Teropong Indonesia, SUKABUMI – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika digelar bersama Rumah Toleransi di Teras Alam, Jalan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jumat (19/9/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membina Kerukunan dan Membangun Kesadaran Berbangsa Bersama Rumah Toleransi”. Acara dihadiri sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. (H.C.) Dr. dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, A.Ak., Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, menyampaikan bahwa masyarakat Kota Sukabumi dinilai telah menunjukkan kehidupan toleransi dan kebinekaan yang baik.
“Ya, saya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi Empat Pilar dan turun ke Sukabumi. Selalu saya katakan, orang Sukabumi sudah selesai dengan masalah toleransi dan kebinekaan,” ujar Ribka.
Menurutnya, kegiatan yang digelar Rumah Toleransi kali ini menjadi momentum yang positif karena mempertemukan berbagai tokoh agama untuk bersama-sama menyampaikan pesan kerukunan dari perspektif agama masing-masing.
“Teman-teman dari beberapa tokoh agama hari ini mendeklarasikan Rumah Toleransi. Ini luar biasa dan di luar dugaan saya. Pak Wali Kota juga hadir. Yang luar biasa, semua tokoh agama hadir dan saling menyampaikan materi dari versi agama masing-masing,” katanya.
Ribka menilai, meskipun terdapat perbedaan latar belakang agama, suku maupun kelompok, seluruh pihak memiliki pesan yang sama, yakni pentingnya saling menghormati dan menjaga toleransi.
“Intinya adalah saling menghormati dan saling bertoleransi. Jadi, sebetulnya sudah tidak ada lagi perbedaan. Ada kesatuan kalau kita tarik dari semua materi yang disampaikan,” ungkapnya.
Ia juga menyinggung pengalaman pribadinya sebagai contoh keberagaman dan toleransi masyarakat Sukabumi. Menurut Ribka, dirinya bukan berasal dari suku Sunda dan bukan seorang Muslim, namun tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat hingga terpilih sebagai anggota DPR RI selama empat periode.
“Kalau saya ditaruh di sini, saya bukan Sunda, bukan Muslim, tetapi bisa terpilih empat periode. Artinya, orang Sukabumi sudah bertoleransi dan sudah hebat,” ujarnya.
Ribka menegaskan bahwa keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat merupakan bagian penting dari semangat kebangsaan. Menurutnya, dukungan masyarakat terhadap seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh latar belakang suku maupun agama.
“Bukan hanya orang partai yang memilih, tetapi rakyat. Artinya, sudah empat periode itu luar biasa. Ini menunjukkan pemahaman toleransi masyarakat Sukabumi sudah sangat baik,” katanya.
Ia juga mencontohkan keberagaman kader PDI Perjuangan dari berbagai latar belakang daerah dan suku sebagai gambaran bahwa nilai kebinekaan dapat diterapkan dalam kehidupan politik maupun bermasyarakat.
Kegiatan sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama Rumah Toleransi tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat persatuan, kerukunan antarumat beragama, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI di tengah keberagaman. (fal)





