Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan kanker terus dilakukan berbagai pihak. Salah satunya melalui seminar kesehatan bertajuk “Hand in Hand, We Fight Cancer” yang diselenggarakan INTI Jawa Barat bekerja sama dengan Stamford International Medical di Bandung, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang menghadirkan dokter spesialis dan praktisi kesehatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai deteksi dini kanker, perkembangan teknologi pengobatan modern, hingga akses layanan kesehatan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Ketua INTI Jawa Barat, Leon Hanafi, mengatakan kerja sama dengan Stamford International Medical merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membantu masyarakat memperoleh informasi dan layanan kesehatan yang lebih luas.
“Kesehatan tidak mengenal batas wilayah. Masyarakat berhak mendapatkan akses terhadap pengobatan terbaik sesuai kebutuhan mereka. Karena itu, kami berupaya menghadirkan edukasi kesehatan yang dapat diakses tidak hanya oleh anggota INTI, tetapi juga masyarakat umum,” ujar Leon.
Menurutnya, seminar kesehatan menjadi salah satu program sosial rutin yang dijalankan INTI Jawa Barat. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan kebutuhan akan informasi kesehatan yang akurat dan berkelanjutan masih sangat besar.
Selain edukasi, kerja sama tersebut juga membuka jalur konsultasi dan pendampingan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Leon menjelaskan bahwa pasien yang mendaftar melalui INTI akan terlebih dahulu mendapatkan layanan dan pemeriksaan di Jakarta melalui jaringan Stamford International Medical sebelum dipertimbangkan untuk penanganan lanjutan di luar negeri apabila diperlukan.
“Penanganan awal dilakukan di Jakarta sehingga masyarakat tidak perlu langsung ke luar negeri. Jika berdasarkan hasil pemeriksaan diperlukan tindakan lanjutan, maka pasien dapat dirujuk sesuai kebutuhan medisnya,” jelasnya.
Sementara itu, Manager Stamford International Medical, Mr. Hu Ye Hai, mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin dengan INTI Jawa Barat sejak tahun 2018. Ia menyebut kolaborasi tersebut menjadi jembatan penting dalam memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat Indonesia.
Dalam pemaparannya, Hu Ye Hai menjelaskan bahwa rumah sakit yang diwakilinya mengembangkan pendekatan terapi minimal invasif dalam penanganan kanker. Metode tersebut dirancang untuk meminimalkan dampak samping yang umumnya muncul pada terapi konvensional seperti kemoterapi maupun radioterapi.
“Tujuan utama dari terapi minimal invasif adalah memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pasien selama menjalani pengobatan, sekaligus menjaga kualitas hidup mereka tetap optimal,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan tersebut berfokus pada pengendalian penyakit dengan tetap memperhatikan kondisi fisik dan psikologis pasien selama masa perawatan.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua INTI Jawa Barat, Mimi Ekiami, menilai seminar ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan perkembangan teknologi medis terkini kepada masyarakat.
Menurutnya, teknologi pengobatan kanker saat ini semakin berkembang dengan metode yang lebih terarah pada titik sasaran penyakit sehingga memberikan harapan baru bagi para penderita.
“Masyarakat perlu mengetahui bahwa perkembangan teknologi kesehatan terus berjalan. Informasi seperti ini penting agar pasien dan keluarga memiliki wawasan yang lebih luas mengenai pilihan penanganan yang tersedia,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama, pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara INTI Jawa Barat dengan rumah sakit kanker yang berbasis di Guangzhou, China. Kerja sama tersebut mencakup pertukaran informasi kesehatan, penyelenggaraan edukasi masyarakat, serta fasilitasi layanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan.
INTI Jawa Barat juga melibatkan Bank Danamon dalam program tersebut guna mendukung aspek administrasi dan kemudahan layanan bagi masyarakat yang akan menjalani pengobatan lanjutan.
Ke depan, INTI Jawa Barat berencana memperluas program edukasi kesehatan ke berbagai daerah di Jawa Barat. Sejumlah tema seperti kanker payudara dan kanker serviks akan menjadi fokus kegiatan berikutnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
Melalui kolaborasi ini, INTI Jawa Barat berharap masyarakat semakin terbuka terhadap perkembangan dunia kesehatan dan memiliki akses yang lebih baik terhadap informasi maupun layanan pengobatan modern, sehingga peluang kesembuhan pasien kanker dapat terus meningkat. (GaR)





