MPLS SMKN 1 Sumedang Cetak Generasi Panca Waluya

Perwakilan SMKN 1 Sumedang saat wawancara khusus bersama media cetak dan online

TEROPONG INODONESIA-, SMKN 1 Sumedang kembali menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak di Kabupaten Sumedang pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027. Tingginya minat masyarakat direspons melalui kebijakan penambahan daya tampung sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan kebijakan Gubernur Jawa Barat yang bertujuan memberikan akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak, khususnya dari keluarga kurang mampu, kapasitas peserta didik ditingkatkan menjadi 46 siswa per rombongan belajar. Meski ruang kelas menjadi lebih padat, sekolah berkomitmen menjaga kualitas layanan pendidikan.

Pelaksanaan MPLS pun disesuaikan dengan aturan terbaru yang berlangsung selama lima hari dan mengedepankan pembentukan karakter melalui konsep Pancawaluya, serta berpedoman pada Permendikdasmen No. 12 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang lebih aman, inklusif, dan menyenangkan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri dan Masyarakat (Hubinmas) SMKN 1 Sumedang, Oo Suherman, M.M.Pd., menegaskan bahwa sekolah siap menjalankan amanat pemerintah dengan tetap mengutamakan mutu pendidikan.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam memberikan kesempatan belajar kepada lebih banyak anak. Penambahan daya tampung merupakan bentuk komitmen agar tidak ada anak yang kehilangan akses pendidikan. Melalui MPLS yang berorientasi pada karakter Pancawaluya, kami ingin menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, humanis, sekaligus membentuk lulusan yang berintegritas dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Oo Suherman, M.M.Pd.

Melalui pelaksanaan MPLS yang lebih komprehensif, SMKN 1 Sumedang berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara optimal serta menumbuhkan semangat belajar, kedisiplinan, dan karakter positif sebagai bekal menempuh pendidikan di jenjang kejuruan.

Informasi yang dihimpun media massa, Generasi Panca Waluya merupakan program pendidikan karakter berbasis kearifan lokal budaya Sunda yang digagas oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) untuk membentuk siswa yang berakhlak mulia dan berdaya saing. Program yang berlandaskan lima nilai utama atau yang sering disebut Gapura Panca Waluya, yaitu Cageur: Sehat jasmani dan rohani. Bageur: Berakhlak baik, peduli, dan memiliki empati. Bener: Jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Pinter: Cerdas, kritis, dan berwawasan luas. Singer: Sigap, terampil, dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *