Dr. Ribka: Pelayanan Berkualitas dan Terjangkau Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat

Teropong KOTA SUKABUMI – Ketua Bidang Kesehatan DPP PDI Perjuangan, Dr. dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, menerima kunjungan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki di Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi yang berlokasi di Jalan Pelabuhan II No. 262, RT 03/RW 01, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Senin (8/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, dr. Ribka menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah pasien yang berobat ke Klinik Waluya Sejati Abadi menjadi indikator tingginya kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

“Kalau pasien semakin banyak, tentu ada alasannya. Mungkin masyarakat menilai pelayanan kami baik, fasilitasnya memadai, dan tenaga kesehatan di sini memberikan pelayanan yang maksimal. Itu yang selalu kami tekankan kepada seluruh tenaga medis dan karyawan yang bekerja di klinik ini,” ujarnya.

Menurutnya, klinik tersebut hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan biaya terjangkau. Hanya dengan biaya Rp25.000, pasien sudah mendapatkan pelayanan pemeriksaan beserta obat-obatan yang dibutuhkan.

“Kita tidak hanya mengkritik sistem yang ada, tetapi juga harus menghadirkan solusi. Di sini masyarakat cukup membayar Rp25.000 dan sudah mendapatkan pelayanan serta obat. Ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membantu rakyat mendapatkan akses kesehatan yang layak,” kata Ribka.

Ia menambahkan, biaya perawatan inap di klinik tersebut juga sangat terjangkau, yakni Rp25.000 per hari, termasuk makan tiga kali sehari dan sarapan.

Selain pelayanan kesehatan rutin, Klinik Waluya Sejati Abadi juga aktif menggelar kegiatan sosial untuk masyarakat. Salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi cek gula darah, kolesterol, asam urat, serta pemeriksaan kesehatan lainnya.

“Kami juga rutin mengadakan aksi sosial. Seperti beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni, kami bekerja sama dengan teman-teman Gereja Katolik mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ribka menegaskan bahwa seluruh pasien mendapatkan pelayanan yang sama tanpa membedakan status ekonomi maupun jenis kepesertaan jaminan kesehatan.

“Walaupun biayanya murah, tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan. Semua pasien harus dilayani dengan ramah dan bermartabat. Jangan sampai ada perbedaan perlakuan antara pasien umum, pasien BPJS, maupun pasien lainnya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Klinik Waluya Sejati Abadi tengah mempersiapkan peningkatan status dan akreditasi agar dapat bekerja sama secara lebih luas dengan BPJS Kesehatan. Meski demikian, program pelayanan kesehatan dengan biaya Rp25.000 akan tetap dipertahankan bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS.

“Ke depan kami akan meningkatkan status klinik dan menjalin kerja sama dengan BPJS. Namun, bagi masyarakat yang belum memiliki BPJS, pelayanan Rp25.000 tetap akan berjalan karena itu merupakan komitmen kami untuk membantu masyarakat kecil,” jelasnya.

Ribka juga menceritakan pengalaman pelayanan persalinan di klinik tersebut. Menurutnya, ada pasien yang menjalani persalinan normal selama dua hari perawatan, bayinya mendapatkan imunisasi, sementara sang ibu mendapatkan layanan KB implan, dengan biaya yang sangat terjangkau.

“Semangat kami adalah bagaimana masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas tanpa harus terbebani biaya yang mahal. Itulah yang terus kami perjuangkan di Klinik Waluya Sejati Abadi,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *