Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Lapdek Community Sukabumi (LCS) kembali menghidupkan semangat kebersamaan dan silaturahmi melalui kegiatan olahraga jalan sehat yang dilanjutkan dengan sarapan bubur bersama warga di kawasan Gedung Juang Kota Sukabumi, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan anggota LCS bersama masyarakat. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara anggota komunitas dengan warga.
Ketua Lapdek Community Sukabumi, Sunarya Ishak, S.H., M.H., mengatakan kegiatan jalan sehat dan makan bersama tersebut merupakan bagian dari upaya LCS membangun kebersamaan serta menciptakan hubungan yang semakin dekat dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, jalan sehat LCS bersama warga sudah selesai dan dilanjutkan dengan makan bubur bersama. Ini supaya kita lebih akrab dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Sunarya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga dan anggota LCS yang telah hadir dan mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
“Terima kasih kepada warga yang hadir. Kita sehat bersama, semangat bersama, dan kenyang bersama,” katanya.
Menurut Sunarya, kegiatan LCS terbuka bagi masyarakat umum yang ingin bergabung. LCS tidak hanya bergerak di bidang olahraga, tetapi juga memiliki perhatian terhadap kegiatan sosial dan keagamaan.
“LCS bergerak di bidang olahraga, sosial, dan keagamaan. Untuk masyarakat umum yang ingin bergabung, tentu sangat terbuka,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan olahraga LCS secara rutin direncanakan berlangsung dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Sementara kegiatan makan bersama maupun kegiatan sosial lainnya dapat dilaksanakan satu hingga dua kali dalam sebulan.
Sunarya berharap ke depan semakin banyak anggota yang aktif mengikuti kegiatan. Saat ini jumlah anggota yang terdata mencapai ratusan orang.
“Saya ingin seluruh member bisa ikut berkiprah. Termasuk teman-teman wartawan, kalau bisa ikut berjalan bersama. Intinya kita ingin sehat dan menjaga kebersamaan,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Lapdek Community Sukabumi, Benny Mustari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat LCS yang sempat tidak terlalu aktif dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Benny, LCS pada dasarnya merupakan komunitas yang mengedepankan silaturahmi. Meski mayoritas anggotanya sudah berusia cukup matang, semangat untuk tetap berkontribusi bagi masyarakat masih sangat kuat.
“Alhamdulillah, pada kesempatan ini LCS mulai menghidupkan kembali ruhnya. Beberapa waktu memang ada satu dan lain hal. Karena kami ini adalah komunitas silaturahmi,” kata Benny.
Ia menyebutkan, sebagian besar anggota LCS berada pada rentang usia 50 hingga 70 tahun. Namun, kondisi tersebut tidak menjadi penghalang bagi para anggota untuk tetap aktif dan memberikan kontribusi positif.
“Jangan kaget, rata-rata usia anggota kami 50, 60 bahkan 70 tahun. Tetapi kami tetap eksis, tetap punya pemikiran bagaimana menjadi kontrol sosial dan penyeimbang, khususnya dalam pembangunan Kota Sukabumi,” ujarnya.
Benny menegaskan, LCS ingin mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat yang memberikan perhatian terhadap perkembangan Kota Sukabumi. Ia juga menegaskan bahwa komunitas tersebut tidak berorientasi pada kepentingan tertentu.
“Tolong sampaikan kepada Pak Wali Kota, LCS tidak akan meminta apa pun. Kami hanya ingin berbuat dalam sebuah kebaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa kegiatan jalan sehat dan sarapan bersama telah memasuki pekan kedua. Pada kegiatan sebelumnya, jumlah peserta sekitar 50 orang, sementara pada kegiatan kali ini jumlahnya mulai meningkat.
“Sekarang sudah lebih dari 50 orang yang hadir. Kalau yang tercatat sebagai member Lapdek Community Sukabumi sebenarnya sudah lebih dari 360 orang. Memang ada beberapa senior dan tokoh yang sudah meninggal dunia,” ungkapnya.
Meski demikian, ia memastikan kekompakan dan soliditas anggota LCS tetap terjaga.
“Alhamdulillah, kita masih tetap kompak, tetap solid, dan tetap berkomitmen,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Benny juga menegaskan prinsip yang dipegang LCS, yakni “No Politik, No SARA” dalam aktivitas komunitas.
Menurutnya, prinsip tersebut bukan berarti anggota LCS dilarang menggunakan hak politiknya sebagai warga negara. Setiap anggota tetap memiliki hak dan pilihan politik masing-masing.
“LCS no politik, no SARA. Hak pribadi tetap kita hargai karena bagaimanapun sebagai warga negara kita punya hak untuk berpolitik. Tetapi yang dimaksud no politik dan no SARA adalah kita tidak membawa politik praktis ke dalam komunitas,” pungkasnya.





