Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Akses Jembatan Pemkot Cimahi kembali dibuka untuk kendaraan roda dua mulai Senin (7/9/2026). Pembukaan ini menjadi langkah awal pemulihan akses masyarakat setelah jembatan ditutup sementara untuk menjalani perbaikan dan penguatan konstruksi.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana turun langsung meninjau pembukaan akses tersebut. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Cimahi serta personel Polres Cimahi turut berada di lokasi untuk memastikan pembukaan berjalan aman dan tertib.
Tepat pukul 08.00 WIB, sepeda motor mulai diperbolehkan melintasi jembatan. Namun, Pemkot Cimahi belum membuka akses bagi kendaraan roda empat karena proses pekerjaan masih berlangsung.
Untuk sementara, kendaraan roda dua dapat melintas dua arah selama 24 jam tanpa sistem buka-tutup.
Ngatiyana menegaskan, pembukaan terbatas bukan berarti pekerjaan jembatan telah selesai. Keputusan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan ruang bagi pekerja untuk menyelesaikan konstruksi. “Pagi hari ini tepat jam 08.00, Pemerintah Kota Cimahi resmi membuka jembatan yang selama ini tertutup dalam rangka perbaikan. Ini baru roda dua dulu,” ujar Ngatiyana, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, kendaraan roda empat masih harus menunggu hingga pekerjaan benar-benar rampung. Pemerintah tidak ingin memaksakan pembukaan seluruh akses jika masih terdapat aktivitas konstruksi yang berpotensi membahayakan pekerja maupun pengguna jalan. “Pekerjaan belum selesai, sehingga kita perlu menjaga keselamatan para pekerja. Kita baru buka untuk sepeda motor saja. Kita juga mengejar kualitas, jangan sampai pekerjaan dipaksakan tetapi kualitasnya berkurang,” tegasnya.
Pemkot Cimahi menargetkan pekerjaan jembatan dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga minggu. Dengan target tersebut, akses kendaraan roda empat diharapkan sudah dapat kembali digunakan pada akhir September 2026.
Ngatiyana memastikan percepatan pekerjaan dilakukan dengan menambah waktu dan intensitas kerja, bukan dengan memangkas spesifikasi konstruksi. “Kita tidak dipercepat dengan mengurangi spek, tetapi bergerak siang dan malam untuk bekerja menyelesaikan pekerjaan ini sehingga bisa mempercepat waktu,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa percepatan penyelesaian pekerjaan tetap harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar kualitas. Pemerintah tidak ingin persoalan lama pada jembatan kembali terjadi akibat pekerjaan yang hanya mengejar target waktu.
Perbaikan jembatan kali ini juga menyasar bagian fondasi. Ngatiyana menyebut kondisi jembatan sebelumnya telah mengalami penurunan dan pergerakan setelah puluhan tahun belum mendapatkan penanganan secara menyeluruh.
Kondisi tersebut antara lain dipengaruhi aliran air. Selain itu, fondasi konstruksi lama dinilai belum cukup kuat sehingga perlu dilakukan penguatan secara signifikan. “Dulu jembatan ini sudah kacau. Sekian puluh tahun, sekitar 25 tahun, belum diperbaiki. Memang sudah ada pergerakan ke bawah, turun-turun karena air,” ungkapnya.
Dalam pekerjaan saat ini, fondasi diperkuat melalui pengeboran hingga mencapai lapisan tanah keras. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan stabilitas struktur jembatan sekaligus mengurangi risiko terjadinya penurunan kembali. “Sekarang sudah dibor sampai ke titik keras, sehingga mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi,” jelas Ngatiyana.
Meski akses roda dua telah dibuka penuh selama 24 jam, masyarakat diminta tidak mengabaikan keselamatan. Pengendara harus menyesuaikan kecepatan dan mengikuti arahan petugas apabila terjadi antrean atau kepadatan di sekitar lokasi.
Ngatiyana juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintas secara terburu-buru karena aktivitas pekerjaan masih berlangsung. “Berjalan satu kali 24 jam, tidak perlu buka-tutup. Saya harapkan masyarakat tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Lewat dengan antre, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya.
Pemkot Cimahi memastikan kondisi jembatan akan terus dipantau selama proses penyelesaian pekerjaan. Akses kendaraan roda empat akan dibuka setelah seluruh pekerjaan selesai dan jembatan dinyatakan memenuhi aspek keselamatan, kelayakan, serta kualitas konstruksi.
Dengan demikian, pembukaan akses sepeda motor bukan menjadi tanda bahwa pekerjaan telah berakhir, melainkan tahap awal mengembalikan fungsi jembatan kepada masyarakat secara bertahap tanpa mengorbankan keselamatan dan mutu konstruksi. (Gani Abdul Rahman)





