Teropong Indonesia, KABUPATEN SUKABUMI – Dr. dr. Ribka Tjiptaning Proletariyati, AAK, bersama anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yulius Setiarto, menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Desa Padajaya, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jumat (7/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam sosialisasi itu, Ribka Tjiptaning menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan bukan sekadar materi yang disampaikan dalam kegiatan formal. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Ribka, Pancasila memiliki posisi penting dalam menjaga kehidupan masyarakat yang memiliki latar belakang, pandangan, dan kepentingan yang beragam.
“Pancasila harus kita jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun persatuan,” ujar Ribka.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang berpotensi memecah persatuan. Terlebih, perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat.
Ribka menilai masyarakat harus memiliki sikap kritis dalam menerima informasi, namun tetap mengedepankan semangat persaudaraan serta kepentingan bangsa.
“Persatuan harus terus kita jaga. Jangan sampai perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan membuat kita kehilangan rasa sebagai satu bangsa dan satu negara,” katanya.
Selain membahas nilai-nilai kebangsaan, Ribka juga menyampaikan sejumlah harapan dan target politiknya untuk PDI Perjuangan di wilayah Sukabumi.
Ia berharap kursi PDI Perjuangan di Sukabumi dapat kembali diraih pada Pemilu 2029. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi pekerjaan bersama seluruh kader dan struktur partai.
“Harapan saya, kursi PDI Perjuangan harus kembali di Sukabumi. Kader juga harus bertambah. Kita harus bangkit dan bekerja lebih keras,” tegasnya.
Ribka juga mendorong agar proses kaderisasi di tubuh PDI Perjuangan terus diperkuat. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh figur, tetapi juga oleh keberadaan kader yang mampu bekerja dan hadir di tengah masyarakat.
Ia menargetkan PDI Perjuangan mampu kembali memenangkan kontestasi politik di daerah pemilihan Kota Sukabumi maupun Kabupaten Sukabumi pada Pemilu 2029.
“PDI Perjuangan harus bangkit. Kita harus memenangkan kembali dapil Kota Sukabumi dan Kabupaten Sukabumi di 2029,” ujarnya.
Ribka juga menyinggung perjalanan politiknya selama empat periode di Kabupaten Sukabumi. Selama masa pengabdiannya sebagai wakil rakyat, ia mengaku terus berupaya mengawal berbagai kepentingan masyarakat serta pembangunan di wilayah tersebut.
“Empat periode saya di Kabupaten Sukabumi, saya mengawal pembangunan. Saya akan tetap mengawal pembangunan di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.
Bahkan, Ribka menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga hubungan dengan masyarakat Sukabumi meskipun tidak kembali terpilih sebagai anggota legislatif.
“Meskipun saya tidak terpilih, saya tetap akan merawat konstituen di Sukabumi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat, menurut Ribka, tidak boleh berhenti hanya karena berakhirnya masa jabatan atau hasil sebuah kontestasi politik.
Ia menilai konstituen merupakan bagian penting dari perjalanan pengabdian seorang anggota legislatif. Karena itu, komunikasi dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap dijaga.
Sementara itu, dalam konteks kebangsaan, Ribka kembali mengingatkan pentingnya memahami UUD 1945 sebagai landasan konstitusional dalam kehidupan bernegara. Begitu pula dengan NKRI yang harus dijaga bersama sebagai rumah besar seluruh rakyat Indonesia.
Prinsip Bhinneka Tunggal Ika, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, serta latar belakang masyarakat.
Ribka berharap sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan secara nyata mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai ini kita jalankan dalam kehidupan nyata. Mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, sampai kehidupan sebagai warga negara,” katanya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat di daerah pemilihan untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat komunikasi mengenai persoalan kebangsaan dan pembangunan daerah.
Melalui kegiatan tersebut, Ribka berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga Pancasila, mempertahankan keutuhan NKRI, menghormati konstitusi, serta merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa.
Di sisi lain, bagi PDI Perjuangan, pesan Ribka menjadi penegasan bahwa menghadapi Pemilu 2029 bukan sekadar persoalan memenangkan kursi legislatif, tetapi juga membangun kembali kekuatan organisasi, memperbanyak kader, memperkuat basis masyarakat, serta memastikan partai tetap hadir dan bekerja di tengah masyarakat Sukabumi. (fal)





