TEROPONG INDONESIA – Program edukasi Pizza Maker Junior (PMJ) Pizza Hut Indonesia genap berusia satu dekade, telah menyentuh lebih dari 5 juta anak di seluruh Indonesia.
Puncak perayaan mengusung tema “Create, Care, and Appreciate” dengan membawa anak-anak langsung ke kebun mitra di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengenal paprika sejak masa tanam hingga dipanen, sebelum mengolahnya menjadi piza sendiri di outlet Pizza Hut Kota Baru Parahyangan.
Local Store Manager Pizza Hut Indonesia, Herryady menjelaskan, kunjungan ke pertanian ini memperluas visi PMJ, di mana anak-anak tidak hanya belajar membuat makanan, tetapi memahami perjalanan panjang bahan pangan dari sumbernya.
Ia menyebut, kegiatan ini bakal digelar berturut-turut di Bandung, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
“Selama 10 tahun, Pizza Maker Junior menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi. Kini kami bawa mereka lebih jauh melihat langsung bagaimana bahan makanan tumbuh dan dirawat,” kata Herryady, Selasa (22/9/2026).
“Mereka paham bahwa setiap hidangan memiliki perjalanan yang dimulai jauh sebelum sampai di meja makan,” ujarnya.
Di balik kegiatan edukasi ini, lanjut Herryady, berdiri program kemitraan Pizza Hut Peduli Petani, yang telah berjalan sejak 2013. Kini bermitra dengan lebih dari 243 petani di 15 kawasan pertanian di Jawa, Bali, dan Sulawesi, mencakup hampir 3 hektar lahan serta lebih dari 100 rumah kaca (greenhouse).
“Komoditas yang dihasilkan meliputi paprika, buncis, tomat, dan selada romaine. Sebanyak 100% paprika dan tomat yang digunakan di seluruh gerai Pizza Hut Restaurant di Indonesia bersumber dari petani lokal binaan,” paparnya.
Kelompok Tani Sumber Tani Mulya di Pasirlangu telah bergabung dalam kemitraan selama 7 tahun, menyuplai paprika ke 43 gerai Pizza Hut dan PHD di wilayah Bandung.
“Dukungan yang diberikan bukan sekadar pembelian hasil panen, melainkan meliputi modal usaha, pendampingan teknis, penerapan standar praktik pertanian dan penanganan yang baik (GAP-GHP), serta komitmen penyerapan dengan harga stabil,” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Sumber Tani Mulya, Dedey menyambut antusias kedatangan anak-anak. Baginya, momen ini menjembatani dunia pertanian dengan generasi penerus yang selama ini hanya mengenal sayuran dalam bentuk masakan.
“Biasanya anak-anak tahu paprika saat sudah di piring. Lewat kegiatan ini mereka lihat sendiri: ditanam, dirawat, tumbuh, dipanen, baru dikirim. Ada proses panjang yang harus dijalani. Kami senang bisa mengenalkan pertanian langsung kepada mereka,” ungkap Dedey.
Selain kunjungan kebun, rangkaian perayaan 10 tahun juga mencakup kolaborasi dengan TUKR mengenai pengolahan minyak jelantah serta kemitraan kreatif bersama Play-Doh.
Ke depan, Pizza Hut Indonesia berkomitmen memperluas jangkauan edukasi sekaligus memperkuat rantai pasok berkelanjutan untuk memastikan kualitas bahan terjaga, petani sejahtera, dan anak-anak tumbuh dengan kesadaran akan asal-usul makanan mereka.





