Enam Anak Diasuh Kakek-Nenek, Hendar Ermawan Ungkapkan Pentingnya Kepedulian terhadap Hak Pendidikan

Hendar Ermawan, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) III saat mengunjungi kediaman keluarga yang perlu dibantu dalam hak pendidikan, Senin (26/10)

Pewarta: Gervan

Teropong Indonesia – Kepedulian terhadap dunia pendidikan dan kondisi sosial masyarakat ditunjukkan Hendar Ermawan, Anggota DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Daerah Pemilihan (Dapil) III. Ia turun langsung mengunjungi kediaman sebuah keluarga pada Senin (26/10), setelah menerima informasi mengenai seorang siswa yang mengalami kesulitan bersekolah karena keterbatasan ekonomi.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap keluarga yang tengah menghadapi kondisi sulit. Berdasarkan informasi yang diterimanya dari para guru, terdapat seorang anak yang tidak dapat bersekolah sebagaimana mestinya karena tidak memiliki bekal untuk berangkat ke sekolah.

Kondisi keluarga tersebut semakin menggugah perhatian. Enam orang anak saat ini diasuh oleh kakek dan neneknya, yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendampingi cucu-cucunya agar tetap mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan.

Bagi Hendar, menjadi wakil rakyat bukan sekadar menjalankan tugas di lembaga legislatif, melainkan juga hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan, melihat langsung kondisi warga, serta berupaya mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru yang tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi turut menunjukkan kepedulian terhadap keadaan anak didiknya. Kepekaan para pendidik dalam menyampaikan persoalan sosial seperti ini dinilai penting agar anak-anak yang membutuhkan perhatian tidak terabaikan.

“Saya sangat mengapresiasi para ibu dan bapak guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga peduli dan peka terhadap kondisi anak didiknya. Kepedulian seperti ini sangat berarti karena dapat membantu kita mengetahui persoalan yang dihadapi anak-anak, terutama mereka yang membutuhkan perhatian lebih,” demikian pesan Hendar dalam unggahan yang menyertai kegiatan tersebut.

Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk belajar dan meraih cita-cita, tanpa harus terhambat oleh keadaan ekonomi keluarga. Karena itu, persoalan anak yang kesulitan bersekolah perlu mendapat perhatian bersama, baik dari keluarga, lingkungan sekitar, tenaga pendidik, maupun pihak-pihak yang memiliki kepedulian sosial.

Kunjungan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan pendidikan tidak selalu berkaitan dengan fasilitas sekolah dan proses belajar mengajar. Di baliknya, ada kondisi keluarga yang terkadang membutuhkan uluran tangan agar anak-anak tetap memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan.

Hendar berharap kepedulian yang tumbuh dari lingkungan sekitar dapat menjadi langkah awal untuk membantu anak-anak tersebut tetap bersekolah dan mengejar masa depan yang lebih baik.

“Semoga kepedulian kecil ini bisa menjadi langkah untuk membantu mereka terus bersekolah dan meraih cita-cita,” menjadi pesan penuh harapan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.

Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana: mendengar, mendatangi, dan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan. Sebab, bagi seorang anak, dukungan yang hadir pada saat sulit bisa menjadi awal untuk kembali menatap masa depan dengan optimisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *