Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan menyerahkan 150 set tempat sampah terpilah organik dan anorganik kepada sejumlah RW. Namun, penyediaan sarana tersebut harus diikuti perubahan perilaku masyarakat agar pemilahan sampah tidak berhenti sebatas fasilitas, tetapi menjadi kebiasaan sehari-hari.
Penyerahan simbolis yang dirangkaikan dengan pelatihan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah itu berlangsung di Cimahi Techno Park, Selasa (27/10/2026), melalui program Improvement of Solid Waste Management to Support Regional Area and Metropolitan Cities Project (ISWMP).
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira hadir dalam kegiatan tersebut bersama Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II (SUPD II), Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Ir. Suprayitno, M.A. Kegiatan ini juga diikuti sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan para ketua RW dari lima kelurahan di Kota Cimahi.
Adhitia mengatakan, bantuan tempat sampah terpilah tersebut diharapkan mendorong masyarakat memulai pengelolaan sampah dari sumbernya, terutama rumah tangga dan lingkungan permukiman.
“Hari ini saya menghadiri penyerahan 150 set tempat sampah organik dan anorganik untuk RW-RW. Sebuah kehormatan bagi kami karena hadir pula Direktur dari Kemendagri yang melakukan supervisi terhadap program ISWMP yang diterima Kota Cimahi,” ujar Adhitia kepada awak media.
Menurutnya, Kota Cimahi menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang menerima program ISWMP.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah daerah melalui dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk sarana maupun peningkatan kapasitas masyarakat.
Adhitia mengungkapkan, pelaksanaan program ISWMP di Kota Cimahi terus berlanjut. Bahkan, Cimahi mendapatkan kesempatan memperpanjang pelaksanaan program hingga 2027.
“Alhamdulillah, programnya terus berjalan dengan baik sehingga kita juga mendapatkan program ekstensi hingga 2027. Semoga ini menjadi keberkahan bagi warga dan Pemerintah Kota Cimahi karena mendapatkan perhatian khusus serta bantuan dari pemerintah pusat,” katanya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat tidak hanya berupa tempat sampah terpilah, tetapi juga mencakup sarana pendukung lainnya untuk membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Cimahi.
Meski mendapatkan dukungan fasilitas, tantangan pengelolaan sampah tidak cukup diselesaikan dengan menambah tempat penampungan.
Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak awal, kedisiplinan membuang sampah sesuai jenisnya, serta konsistensi menjaga sampah agar tidak kembali tercampur menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.
Karena itu, pelatihan partisipasi masyarakat yang menyertai penyerahan bantuan diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Pemerintah daerah bersama perangkat kewilayahan juga perlu memastikan fasilitas yang disalurkan benar-benar dimanfaatkan dan didukung sistem pengangkutan serta pengolahan sampah yang sesuai.
Tanpa kesinambungan proses tersebut, pemilahan dari rumah berisiko tidak memberikan hasil optimal.
Melalui program ISWMP, Pemkot Cimahi diharapkan dapat memperkuat pengelolaan sampah secara bertahap, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tahapan pengolahan berikutnya.
Penyerahan 150 set tempat sampah terpilah ini menjadi salah satu langkah untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terarah.
Keberhasilannya pada akhirnya ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan, dukungan pemerintah, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan Kota Cimahi. (Gani Abdul Rahman)





