Teropong Indonesia, KABUPATEN SUKABUMI – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Dr. Ir. Hasto Kristiyanto, M.M., menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dipadukan dengan Peringatan Hari ASI Internasional di Lapang Pajajaran, Kabupaten Sukabumi, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat, khususnya para ibu, kader PDI Perjuangan, serta simpatisan tersebut menjadi momentum untuk mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif sebagai pondasi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Dalam sambutannya, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa peringatan Hari ASI Internasional tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus diangkat menjadi gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen bangsa guna meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan gizi anak sejak dini.
“Hari ASI ini kita angkat menjadi gerakan luas untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya pemberian ASI eksklusif bagi seluruh anak bangsa,” ujar Hasto.
Ia menjelaskan bahwa ASI eksklusif merupakan fondasi utama dalam membentuk kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak, Indonesia akan memiliki generasi yang sehat, memiliki daya tahan tubuh yang kuat, serta kecerdasan yang mampu bersaing di masa depan.
Menurut Hasto, pembangunan bangsa tidak hanya diukur dari keberhasilan pembangunan fisik maupun ekonomi semata, tetapi juga dari kualitas generasi penerus yang dipersiapkan sejak dalam kandungan.
“Persiapan Indonesia yang lebih baik di masa depan dimulai dari perhatian penuh terhadap pemenuhan gizi ibu hamil, janin dalam kandungan, hingga tumbuh kembang anak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen politik PDI Perjuangan yang selalu hadir bersama masyarakat akar rumput. Ia menilai, politik sejatinya harus mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat, termasuk isu kesehatan ibu dan anak.
Menurutnya, kepedulian terhadap kesehatan masyarakat merupakan bagian dari perjuangan politik yang berpihak kepada rakyat. Oleh karena itu, peringatan Hari ASI Internasional juga menjadi refleksi sekaligus otokritik bagi partai terhadap berbagai penyimpangan yang masih terjadi di kalangan elit kekuasaan, seperti penyalahgunaan wewenang maupun hukum.
“Kami ingin kembali menegaskan makna politik yang sesungguhnya. Hari ini kita hadir bertemu para ibu di Sukabumi bukan untuk urusan kekuasaan semata, melainkan untuk membangun kesadaran yang menyentuh kehidupan paling dasar bangsa, bagaimana kita merawat generasi penerus dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab,” ungkap Hasto.
Ia berharap gerakan peduli ASI eksklusif dapat terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas dapat tercapai.
Peringatan Hari ASI Internasional yang dirangkaikan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Pajajaran Kabupaten Sukabumi tersebut berlangsung penuh antusias. Selain menjadi ajang silaturahmi antara kader dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi ruang edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini sebagai investasi bagi masa depan bangsa. (fal)





