Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Jawa Barat mendorong penguatan kolaborasi antarwirausaha muda untuk mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan bertajuk “Harmonisasi Kewirausahaan Pemuda di Jawa Barat untuk Indonesia Pulih dan Bangkit” di Droy’s Cafe, Kota Bandung, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) FKP kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Forum menjadi ajang konsolidasi sekaligus penyusunan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem kewirausahaan pemuda yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ghina N Hasanah, mengatakan pemuda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan perekonomian melalui penciptaan usaha baru, pembukaan lapangan kerja, dan penguatan sektor UMKM.
“Kami percaya bahwa pemuda adalah salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketika semakin banyak pemuda mampu membangun usaha yang sehat, membuka lapangan pekerjaan, serta mengembangkan UMKM yang berdaya saing, maka dampaknya akan langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Ghina.
Menurut dia, FKP Jawa Barat berkomitmen menyediakan ruang kolaborasi bagi generasi muda agar mampu melahirkan wirausaha yang tangguh, adaptif, dan inovatif.
Ghina menilai penguatan kewirausahaan pemuda tidak dapat dilakukan secara parsial. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan agar pengembangan UMKM mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
“FKP Jawa Barat berkomitmen menghadirkan ruang kolaborasi yang mampu melahirkan wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan inovatif sehingga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku usaha muda turut dibahas, di antaranya akses pembiayaan, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Transformasi digital menjadi salah satu perhatian utama karena dinilai dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat daya saing usaha.
FKP Jawa Barat menilai digitalisasi kini bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku usaha, melainkan kebutuhan di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
Selain membahas persoalan ekonomi, kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana alam, tekanan ekonomi hingga persoalan sosial.
Semangat “Berdoa, Pulih, dan Bangkit” kemudian menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. FKP Jawa Barat menilai doa perlu diikuti dengan kerja nyata melalui kolaborasi, inovasi, dan gotong royong.
Para pengurus DPD FKP juga saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan usaha. Gagasan yang muncul diarahkan untuk memperluas peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan, serta meningkatkan daya saing UMKM yang dikelola generasi muda.
FKP Jawa Barat berharap konsolidasi tersebut dapat menghasilkan program yang lebih relevan dengan kebutuhan pelaku usaha muda sekaligus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah.
Organisasi tersebut juga menegaskan komitmennya menjadi wadah pembinaan dan kolaborasi bagi pemuda wirausaha di Jawa Barat, sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha baru yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Dengan penguatan sinergi antardaerah, FKP Jawa Barat menargetkan kewirausahaan pemuda tidak hanya menjadi gerakan organisasi, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan.





