Guru di Ibu Kota Jawa Tengah Libur Saat Siswa Libur, Guru di Ibu Kota Jawa Barat Tidak Libur?…

(TEROPONG INDONESIA)-, Sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil, terjadi variasi dalam penafsiran dan kebijakan di berbagai provinsi serta kabupaten/kota terkait hak libur bagi guru. Beberapa konsisten dengan kalender pendidikan, namun kebanyakan tidak. Sehingga setiap daerah memiliki kebijakan libur khusus guru yang berbeda.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia, Dudung Abdul Qadir S.Pd, M.Pd mengungkapkan jangan sampai sekolah libur, guru harus tetap Fingerprint ke sekolah.

Ini kebijakan yang menggangu ketenangan dan kenyamanan para guru, karena guru juga perlu berkumpul dengan para keluarga atau berrekreasi. Memperjuangkan hak guru untuk libur di saat siswa libur merupakan sebuah perjuangan PGRI sekarang. Jika hal itu diberikan oleh pemerintah daerah, itu bukti juga pemerintah memberikan kesejahteraan guru atau mewujudkan guru yang sejahtera, professional, bermartabat, dimuliakan dan yang paling penting di lindungi,” ungkapnya saat wawancara khusus bersama media cetak dan online Koran SINAR PAGI, setelah menghadiri acara Konferensi kerja provinsi IV PGRI Jawa Barat tahun 2024, di kota Bandung.

Drs. Sukadi, M.I.L, Guru Pendidikan Pancasila di SMA Negeri 1 Kota Bandung, Jawa Barat menyatakan apa yang diperjuangkan oleh PGRI itu merupakan jeritan suara guru. Karena selama ini saat para siswa libur sekolah, para guru tetap harus mengisi Data Absen Fingerprint bolak balik ke sekolah. Kalaupun tidak diliburkan total, seharusnya ada kebijakan untuk work from home.

Menurutnya dengan libur total seperti itu para guru dapat memanfaatkan untuk kegiatan yang lebih produktif atau sifatnya sosial. Seperti hari ini saya baru saja mengurusi jenazah, karena diberi amanah sebagai ketua RW & DKM di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Peringati Hari Anak Nasional 2023, IIPG Gelar Seminar Kesehatan Mental Remaja

“Apalagi guru di hari-hari biasa mereka tidak hanya sibuk di sekolah, di rumahpun masih harus mengurusi ulangan siswa, administasi mengajar untuk dilaporkan ke pihak sekolah dan seperti sekarang menyambut tahun ajaran baru untuk mempersiapkan modul ajar. Alangkah indahnya kesibukan itu dapat dilaksanakan full di rumah sambil melihat cucu atau anak-anak,”ucapnya saat interaktif weekend bersama Koran SINAR PAGI (6/7/2024)

Informasi yang dihimpun koransinarpagijuara.com, Walikota Semarang Jawa Tengah, Hevearita Gunaryanti Rahayu, memastikan bahwa para guru harus libur selama masa liburan sekolah. Kepastian ini disampaikan setelah pihaknya melakukan kajian dan konsultasi dengan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Pemerintah Kota Semarang berharap melalui kebijakan tersebut dapat menjadi kabar bahagia bagi guru tahun ini dan para guru bisa memanfaatkannya untuk refreshing. Sehingga nantinya akan lebih siap bekerja maksimal lagi saat memasuki semester baru atau tahun ajaran baru.

Ketua PGRI Kota Semarang, Dr. H. Nur Khoiri M. Pd, memberikan apresiasi luar biasa dari kebijakan Walikota Semarang yang diambil melalui hasil riset dan kajian yang mendalam. Kebijakan meliburkan guru saat liburan sekolah memberikan kesempatan bagi para guru untuk melakukan refresh, supaya bisa bekerja dengan maksimal dan profesional saat masa sekolah kembali datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *