Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudisthira, mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol maupun hafalan semata.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Lapangan Apel Kota Cimahi, Senin (1/6/2026).
Menurut Adithia, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan berbagai tantangan kehidupan berbangsa, Pancasila harus tetap menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan dan tindakan.
Ia menegaskan, cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai apabila pembangunan yang dilakukan berjalan seiring dengan penguatan karakter, moral, dan jati diri bangsa. Karena itu, pengamalan nilai-nilai Pancasila menjadi faktor penting dalam menjaga arah pembangunan, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Di Kota Cimahi, nilai-nilai Pancasila harus menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah. Kehadiran pemerintah harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Setiap kebijakan yang diambil harus berorientasi pada kepentingan publik dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga,” tegas Adithia.
Menurutnya, semangat Pancasila harus tercermin dalam pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berkeadilan. Nilai tersebut juga perlu menjadi landasan dalam berbagai upaya pembangunan, mulai dari penanggulangan kemiskinan, pengurangan angka pengangguran, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hingga penanganan persoalan lingkungan dan persampahan.
Adithia menekankan bahwa pembangunan yang berkeadilan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa berbagai tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.
“Pembangunan harus mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga tidak ada warga yang merasa tertinggal. Berbagai tantangan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah semata. Diperlukan kerja sama dan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Adithia menilai Kota Cimahi yang memiliki masyarakat beragam harus mampu menjadi contoh dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat semangat kebhinekaan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan melalui penghormatan terhadap perbedaan, pelayanan publik yang adil dan humanis, serta penguatan toleransi di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Di tengah keberagaman yang kita miliki, nilai-nilai Pancasila perlu kita wujudkan melalui semangat gotong royong dalam pembangunan kota, pelayanan publik yang adil dan humanis, penghormatan terhadap perbedaan, serta penguatan toleransi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Adithia juga menyoroti pentingnya membangun generasi muda yang berakhlak, kreatif, inovatif, dan memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Ia meyakini masa depan Indonesia berada di tangan generasi yang tidak hanya memahami, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat persatuan sebagai kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Adithia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi untuk terus menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap program pembangunan dan pelayanan publik.
“Kami akan terus berupaya memastikan bahwa nilai-nilai Pancasila hadir dalam setiap program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Cimahi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta menjadikan Pancasila sebagai landasan utama dalam mewujudkan Cimahi yang maju, agamis, nyaman, teladan, aman, dan produktif. (Gani Abdul Rahman)





