Ragam  

Soal Semburan Api di Rest Area Tol Cipali KM 86 B, Begini Penjelasan Badan Geologi

Sebelumnya, dia menjelaskan, akibat kobaran api tersebut, tim survey mengalami kesulitan dalam pengambilan sampel gas untuk pengujian laboratorium.

Menurut informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, semburan gas tersebut berasal dari sumur bor artesis yang digunakan sebagai sumur air tanah, dengan kedalam antara 40 – 100 meter.

Iwan juga mendapatkan Informasi tambahan dari salah seorang perwakilan pihak PT Pertamina EP yang berada di lokasi menyatakan bahwa dalam radius sekitar 2 kilometer (km) ke selatan terdapat sumur eksplorasi gas yang aktif.

Adapun, lokasi sumur semburan gas berada di koordinat -6.47245018449493, 107.58624772214222, termasuk ke dalam Peta Geologi Lembar Pamanukan, Jawa Barat. Secara geologi, lokasi sumur berada pada satuan batuan alluvium asal volkanik batupasir tuffaan dan konglomerat yang berumur kuarter.

“Batuan penyusun di bawah satuan lapisan alluvial tersebut, mengacu pada Peta Geologi Lembar Bandung adalah formasi Citalang berumur pliosen atas, formasi Kaliwangu berumur pliosen bawah, dan formasi Subang berumur miosen akhir,” ujarnya.

Dia menjelaskan, satuan batuan tersebut tersingkap di daerah Subang dan sekitarnya dan menerus di bawah permukaan hingga lokasi sumur. Pada sekitar lokasi semburan terdapat sumur PSJ-P1 dan PJN-P1 dengan kedalaman maksimal di 1.076 meter untuk sumur PJN-P1.

Pada sumur PJN-P1 dapat diketahui bahwa sampai dengan kedalaman 860 meter terdapat zona yang memiliki potensi sebagai penghasil dan penyimpan gas. Formasi ini diinterpretasikan sebagai Formasi Cisubuh yang berumur pliosen hingga pleistosen.

“Sumur berada di puncak antiklin yang cukup besar dan ditutupi oleh lapisan alluvial volkanik yang cukup tipis sekitar 200 meter,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *