Digitalisasi Bansos Sumedang Melaju Pesat, Pendaftaran Tembus 45.194 KK dalam Uji Coba Nasional

Teropong Indonesia –, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam pelaksanaan uji coba digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang digagas pemerintah pusat. Sebagai salah satu dari 42 kabupaten/kota yang menjadi lokus perluasan program piloting, Sumedang mencatat lonjakan pendaftaran yang signifikan sejak dimulainya uji coba pada Juli 2026.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, H. Komar, S.E., M.E., mengatakan uji coba pendaftaran digital akan berlangsung hingga akhir Agustus 2026 sebagai bagian dari transformasi digital pelayanan bantuan sosial.

“Sebagai salah satu wilayah atau lokus dari perluasan piloting digitalisasi bantuan sosial bersama 42 kabupaten/kota lainnya, Kabupaten Sumedang mulai Juli hingga akhir Agustus melaksanakan uji coba pendaftaran,” ujar H. Komar, Kamis (6/8/2026).

Hingga 6 Agustus 2026, capaian pendaftaran di Kabupaten Sumedang terus mengalami peningkatan. Dari total sasaran sekitar 458.418 kepala keluarga (KK), sebanyak 45.194 KK telah berhasil terdaftar dalam sistem digital.

Menariknya, proses pendaftaran masih didominasi melalui Agen Perlindungan Sosial (Parlinsos). Sebanyak 85,91 persen masyarakat memilih mendaftar melalui agen, sedangkan kurang dari 15 persen melakukan pendaftaran secara mandiri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan agen masih menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan sekaligus pendampingan kepada masyarakat.

Saat ini terdapat 1.794 agen aktif, atau sekitar 54,66 persen dari total 3.279 agen yang tersebar di Kabupaten Sumedang.

Menurut H. Komar, tren peningkatan pendaftaran semakin terlihat setelah rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang beberapa hari lalu. Hasil koordinasi tersebut mampu mendorong percepatan di lapangan.

Pada hari Senin tercatat sekitar 4.100 KK mendaftar, kemudian meningkat menjadi 9.400 KK pada hari Selasa, dan kembali melonjak hingga 15.700 KK pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

“Alhamdulillah, sejak dilaksanakannya rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bapak Bupati Sumedang, tren peningkatan pendaftaran semakin bagus. Ini menunjukkan kolaborasi pemerintah daerah, para agen, dan masyarakat berjalan sangat baik,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sumedang optimistis target yang ditetapkan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah bersama Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia dapat tercapai. Hingga akhir Agustus 2026, Sumedang menargetkan sedikitnya 40 persen dari total sasaran, atau sekitar 225.000 kepala keluarga, telah berhasil masuk ke dalam sistem digitalisasi bantuan sosial.

Dengan capaian yang terus meningkat setiap harinya, Kabupaten Sumedang diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan yang sukses dalam mempercepat transformasi digital layanan bantuan sosial di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *