Dari RW untuk Sesama, BAZNAS Sumedang Bangun Kekuatan Ekonomi Umat dari Akar Rumput

Teropong Indonesia -, BAZNAS Kabupaten Sumedang terus menghadirkan inovasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui program SIMPAY yang kini digerakkan langsung dari tingkat Rukun Warga (RW). Pendekatan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi infak masyarakat yang selama ini tersebar dan belum terkelola maksimal.

Dengan melibatkan pengurus RW, pemerintah desa, hingga tokoh masyarakat, BAZNAS berhasil membangun sistem penghimpunan dana umat yang lebih dekat, transparan, dan partisipatif.

Program ini sekaligus memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat lokal sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Dana yang dihimpun melalui SIMPAY kemudian disalurkan ke berbagai sektor strategis seperti bantuan UMKM, pendidikan, kesehatan, hingga bantuan sosial bagi masyarakat rentan.

Dengan demikian, infak warga tidak hanya menjadi amal individu, tetapi berkembang menjadi kekuatan kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Ketua BAZNAS Sumedang, H. Ayi Subhan Hafas, menegaskan bahwa program ini merupakan upaya membangun kemandirian umat dari tingkat paling bawah.

“Melalui gerakan dari RW ini, kami ingin memastikan bahwa potensi infak masyarakat benar-benar terkelola dengan baik dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitarnya,” ujarnya, Kamis (06/08).

Ia menambahkan, keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari jumlah dana yang terkumpul, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Zakat dan infak adalah kekuatan sosial. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi solusi nyata dalam mengatasi kemiskinan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *