TEROPONG INDONESIA,KBB – Sebanyak 23 sekolah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi menerima penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Ballroom Gedung B Lantai 4, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9/2026).
Penghargaan diberikan setelah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat menetapkan hasil penilaian terhadap sekolah-sekolah yang dinilai telah memenuhi kriteria dalam menerapkan budaya peduli dan berbudaya lingkungan.
Program Adiwiyata sendiri memiliki jenjang penghargaan secara bertahap untuk menilai perkembangan sekolah dalam mengelola dan menjaga lingkungan. Tahap awal dilakukan melalui penilaian tingkat Kabupaten/Kota, sebelum sekolah yang dinyatakan layak dapat melanjutkan ke tingkat Provinsi.
Wakil Bupati Bandung Barat, Drs. H. Asep Ismail, M.Si., mengatakan penghargaan Adiwiyata menjadi bentuk perhatian sekolah terhadap lingkungan, termasuk menciptakan ruang belajar yang bersih, asri dan nyaman bagi para peserta didik.
Menurutnya, aspek lingkungan sekolah seperti keasrian, kebersihan serta tersedianya tempat pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam penilaian Adiwiyata.Penilaian tersebut dilakukan oleh tim yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama.
“Mudah-mudahan jangan hanya ketika ada penilaian. Saya berharap para kepala sekolah menjadikan ini satu kewajiban untuk lingkungan di sekolah supaya bersih, asri dan nyaman bagi anak-anak didiknya,” ujar Asep.
Ia berharap keberhasilan 23 sekolah tersebut dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Kabupaten Bandung Barat untuk ikut membangun budaya peduli lingkungan.
Menurut Asep, kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat dan dunia usaha sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
“Dengan kerja sama yang baik, budaya peduli lingkungan dapat tumbuh lebih luas dan memberikan dampak positif bagi generasi muda serta keberlanjutan lingkungan hidup di masa depan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Ibrahim Aji, mengatakan penghargaan Adiwiyata diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kepedulian sekolah dalam menjaga serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Menurut Ibrahim, proses penilaian Adiwiyata tingkat Kabupaten Bandung Barat telah melalui proses panjang sejak tahun 2025, mulai dari tahapan perencanaan hingga survei langsung ke sekolah-sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan sekolah yang menerima penghargaan benar-benar memenuhi kriteria dan mampu menjalankan program peduli lingkungan secara berkelanjutan.
“Intinya mereka benar-benar menjaga lingkungan dan kebersihan, pepohonannya juga. Yang terpenting, ke depannya mereka wajib melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan,” ujar Ibrahim.
Ia menegaskan, penghargaan Adiwiyata tidak hanya menjadi capaian administratif bagi sekolah, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh warga sekolah dalam menjaga lingkungan.
“Program Adiwiyata diharapkan mampu membentuk budaya hidup bersih dan sehat serta membangun kebiasaan peduli lingkungan yang diterapkan secara berkelanjutan oleh seluruh warga sekolah,” pungkasnya.





