Terkendala Sumber Air, SMPN 3 Batujajar Tetap Raih Penghargaan Adiwiyata KBB 2026

TEROPONG INDONESIA,KBB – SMP Negeri 3 Batujajar berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bandung Barat (KBB) Tahun 2026. Prestasi tersebut diraih di tengah keterbatasan infrastruktur, khususnya ketersediaan sumber air untuk mendukung penghijauan di lingkungan sekolah.

Penghargaan Adiwiyata tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, dalam kegiatan di Ballroom Gedung B Lantai 4, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kamis (10/9/2026).

Raihan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat terhadap upaya SMPN 3 Batujajar dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman dan asri.

Kepala SMPN 3 Batujajar, Ceceng Gunawan, S.Pd., M.Pd., mengatakan penghargaan Adiwiyata bukan sekadar simbol prestasi, melainkan menjadi fondasi dalam membangun budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah, baik guru, tenaga kependidikan maupun para siswa.

“Penghargaan ini adalah motivasi sekaligus tanggung jawab moral. Kami ingin memastikan bahwa menjaga kebersihan dan melestarikan alam bukan hanya saat ada lomba atau inspeksi, tetapi menjadi napas sehari-hari di sekolah,” ujar Ceceng.

Namun di balik keberhasilan tersebut, SMPN 3 Batujajar masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sumber air untuk pemeliharaan tanaman dan penghijauan di lingkungan sekolah.

Ceceng mengungkapkan, pihak sekolah telah berupaya membuat beberapa titik sumur. Namun, kondisi kedalaman sumur yang belum maksimal membuat ketersediaan air untuk menyiram tanaman masih terbatas.

“Kondisi sumber air kami memang belum ideal. Sumur-sumur yang ada kedalamannya masih kurang maksimal, sehingga menyiram tanaman menjadi tantangan tersendiri. Namun, hal ini tidak kami jadikan alasan untuk berhenti bergerak,” tegasnya.

Meski menghadapi keterbatasan, pihak sekolah terus menggalakkan berbagai kegiatan peduli lingkungan, mulai dari kegiatan bersih-bersih hingga penanaman pohon yang dilakukan secara berkala dengan melibatkan seluruh warga sekolah.

Menurut Ceceng, keterbatasan fasilitas justru menjadi dorongan bagi sekolah untuk membangun semangat gotong royong dan meningkatkan kreativitas dalam menjalankan program lingkungan.
Program Adiwiyata di SMPN 3 Batujajar juga tidak hanya difokuskan pada keindahan lingkungan sekolah, tetapi lebih jauh diarahkan pada pembentukan karakter dan perubahan perilaku siswa.

“Kami berharap kebiasaan mengurangi sampah, merawat tanaman dan menjaga kebersihan yang ditanamkan di sekolah dapat dibawa oleh siswa ke rumah dan lingkungan masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, target utama program tersebut adalah membangun kesadaran siswa agar memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan di mana pun mereka berada.

“Target kami adalah perubahan perilaku. Siswa harus sadar bahwa mereka bertanggung jawab atas lingkungan sekitarnya, baik di sekolah, di rumah maupun di masyarakat luas,” pungkas Ceceng.

Dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata Tingkat Kabupaten Bandung Barat Tahun 2026, SMPN 3 Batujajar bertekad menjadikan prestasi tersebut sebagai batu loncatan untuk meningkatkan pengelolaan lingkungan sekolah ke jenjang yang lebih baik.

Ke depan, pihak sekolah juga akan terus berupaya mencari solusi terhadap kendala ketersediaan air agar program penghijauan dan pelestarian lingkungan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *