HUT ke 81 RI, Forum Si Kasep Diskusi Bersama Ormas Islam Muhammadiyah Sumedang

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumedang periode 2023–2027, KH. Dadang Setiawan, S.Ag., M.Si., bersama Steven Gervan Jurnalis Tabloid TEROPONG INDONESIA Perwakilan Forum Publikasi Kampus Sekolah dan Pesantren

TEROPONG INDONESIA-, Dalam rangka memperingati HUT ke 81 Republik Indonesia, Forum Publikasi Kampus Sekolah dan Pesantren / Forum Si Kasep berdikusi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang. Pada kesempatan tersebut, membahas tentang “Lima Strategi Muhammadiyah Sumedang: Dari Penguatan Kader hingga Energi Terbarukan”

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang terus mendorong gerakan persyarikatan agar tidak hanya kuat dalam dakwah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat di tengah perubahan zaman.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumedang periode 2023–2027, KH. Dadang Setiawan, S.Ag., M.Si., mengatakan sejak awal kepengurusan dilantik, pihaknya telah mencanangkan lima rencana strategis sebagai arah gerak Muhammadiyah Sumedang.

“Sejak awal dilantik, kami mencanangkan lima rencana strategis Pimpinan Daerah Muhammadiyah,” jelasnya saat interaktif bersama Jurnalis Tabloid TEROPONG INDONESIA Perwakilan dari Forum Publikasi Kampus Sekolah dan Pesantren pada Kamis (20/08/2026).

Strategi pertama diarahkan pada penguatan organisasi dan kaderisasi. Muhammadiyah berupaya meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas kader melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan yang dilakukan secara sistematis.

Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah memberikan rekomendasi dan akses terhadap program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi di berbagai Universitas Muhammadiyah di Indonesia.

“Ada keringanan biaya, bahkan ada yang bebas biaya. Ini adalah upaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk meningkatkan kaderisasi,” katanya.

Pendidikan Tak Sekadar Mengajar, tetapi Menyiapkan Masa Depan

Strategi kedua menyasar bidang pendidikan dan kebudayaan. Muhammadiyah, kata Dadang, ingin memperkuat perannya dalam dunia pendidikan dengan meningkatkan mutu lembaga pendidikan yang dikelola sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai kebudayaan dalam proses pendidikan.

Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pengembangan pelopor program studi atau jurusan Teknik Energi Terbarukan di Sumedang berada pada tingkat kejuruan menengah atas di SMK Muhammadiyah 1.

Program tersebut diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan energi dalam 5 hingga 10 tahun mendatang.

“Kita siapkan sumber daya manusia untuk menyongsong kondisi itu. Berkaitan dengan energi listrik dari matahari, air, angin, panel surya dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurut Dadang, program energi terbarukan tersebut telah berjalan sekitar dua tahun. Hal itu menjadi bentuk keseriusan Muhammadiyah dalam menyiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki kompetensi menghadapi transformasi energi.

Muhammadiyah Hadir di Bidang Kesehatan dan Sosial

Strategi ketiga berkaitan dengan kesehatan dan kesejahteraan sosial. Muhammadiyah terus mengembangkan layanan kesehatan serta program sosial yang dapat dirasakan masyarakat luas.

Saat ini telah hadir Klinik Aisyiyah di kawasan Prabu Gajah Agung. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah membantu pemerintah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan masyarakat.

“Ini upaya kami dalam bidang kesehatan, mempersiapkan layanan-layanan kesehatan yang membantu pemerintah,” ungkap Dadang.

Selain layanan kesehatan, Muhammadiyah Sumedang juga tengah merintis Panti Asuhan Muhammadiyah. Proses administrasi sedang berjalan dan ke depan ditargetkan dapat menjadi tempat untuk memberikan perhatian dan perlindungan kepada anak-anak yatim dan piatu.

Bangun Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

Strategi keempat menyentuh sektor ekonomi dan kewirausahaan. Muhammadiyah mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta penguatan ekosistem usaha warga persyarikatan.

Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pendirian Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yang kemudian dikembangkan melalui Muhammadiyah Business Center (MBC).

Menurut Dadang, keberadaan MBC di kawasan Prabu Gajah Agung diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Muhammadiyah.

“Kita ingin menguatkan ekosistem ekonomi Muhammadiyah, dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Berbagai kebutuhan warga masyarakat persyarikatan Muhammadiyah dapat kita penuhi, sekaligus terbuka bagi masyarakat lainnya selama memang dibutuhkan,” katanya.

Dakwah Beradaptasi dengan Era Digital

Strategi kelima adalah memperkuat dakwah dan pembinaan umat. Muhammadiyah Sumedang melihat perubahan pola aktivitas masyarakat sebagai tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan metode dakwah.

lah satunya melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Pengajian secara rutin digelar melalui platform digital seperti Zoom sehingga masyarakat tetap dapat mengikuti kajian di tengah kesibukan.

“Karena harus melihat potensi masyarakat hari ini. Sulit bagi mereka untuk hadir ke masjid dengan berbagai kegiatan dan kesibukan. Tetapi bagaimana kita bisa melayani masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah, agar tetap menjalankan nilai-nilai keagamaan,” tutur Dadang.

Di sisi lain, Muhammadiyah juga melakukan penguatan fasilitas dakwah secara fisik. Salah satunya melalui revitalisasi Masjid Salahuddin Al Ayyubi yang berada berdampingan dengan Klinik Aisyiyah.

Revitalisasi masjid tersebut kini memasuki tahap kedua dan diharapkan dapat rampung pada tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *