Rotasi dan Mutasi Besar-besaran di Pemkab Bandung Barat, 230 Pejabat dan Kepala Sekolah Dilantik

TEROPONG INDONESIA,KBB– Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail melantik ratusan pejabat dan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dalam rotasi, mutasi, promosi, dan pengangkatan jabatan yang digelar di Ballroom Gedung B Lantai 4 Kompleks Perkantoran KBB, Ngamprah, Kamis (29/7/2026).

Sebanyak 56 tenaga administrator, 2 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP), 60 pejabat fungsional, serta 112 kepala sekolah resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya.

Pada jajaran pejabat eselon II, terjadi pertukaran jabatan antara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Asep Dendih dengan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ridwan Evi. Pertukaran posisi tersebut menjadi salah satu sorotan dalam pelantikan kali ini.

Selain itu, sejumlah pejabat administrator atau setingkat eselon III juga mengalami rotasi. Di antaranya Kepala Bidang Kesatuan Bangsa pada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang kini dipercaya menjabat sebagai Camat Cikalongwetan untuk mengisi posisi yang selama ini kosong.

Rotasi juga terjadi di lingkungan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah BKAD, Redy Widiawan, kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pendapatan Bapenda menggantikan Riang Nuryana. Sebaliknya, jabatan yang sebelumnya diemban Redy kini ditempati Riang.

Di sisi lain, sejumlah ASN mendapatkan promosi jabatan. Perencana Ahli Muda pada Bappelitbangda, Regi Firmansyah Ramadhan, dipercaya menduduki jabatan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik. Posisi tersebut sebelumnya dijabat Taufik Kurnaedi yang kini menjabat Kepala Bidang Kebudayaan pada Disparbud.

Promosi juga diberikan kepada Perencana Ahli Muda pada DP2KBP3A, Makhatir Muhammad, yang kini menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini dan Non Formal pada Dinas Pendidikan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, Ade Zakir, mengatakan proses rotasi dan mutasi dilakukan sesuai kebutuhan organisasi serta telah melalui tahapan yang berlaku.

Menurut Ade, seluruh jabatan tenaga administrator yang menjadi bagian dari pelantikan kali ini telah terisi. Namun demikian, masih terdapat enam jabatan eselon II yang saat ini kosong dan menunggu proses pengisian lebih lanjut.

“Kita harap sudah mulai berjalan Agustus pengisiannya,” ujar Ade Zakir.

Terkait pertukaran jabatan antara Asep Dendih dan Ridwan Evi, Ade menegaskan hal tersebut merupakan kebijakan pimpinan berdasarkan hasil penilaian terhadap kebutuhan organisasi.

“Tentunya, itu merupakan hasil penilaian dari pimpinan, memang diperlukan adanya pertukaran,” katanya.

Menanggapi sorotan mengenai undangan pelantikan yang dinilai disampaikan dalam waktu relatif singkat, Ade menjelaskan pihaknya harus menunggu rekomendasi dari instansi berwenang sebelum tahapan pelaksanaan dapat dilakukan.

Sementara itu, terkait isu dugaan jual beli jabatan yang sempat beredar, Ade Zakir menegaskan hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Bandung Barat belum menerima laporan resmi mengenai hal tersebut.

“Kalau ada dugaan jual beli jabatan, silakan laporkan. Kami sangat terbuka. Tetapi sampai hari ini belum ada laporan yang masuk. Jangan sampai hanya menjadi isu tanpa ada fakta maupun laporan resmi,” tegasnya.

Pelantikan ratusan pejabat dan kepala sekolah ini diharapkan mampu memperkuat kinerja birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mempercepat realisasi program pembangunan di Kabupaten Bandung Barat,pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *