Heritage Love Story di Wedding Expo dan Banyumas Mantu 2026

TEROPONG INDONESIA-, Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui gelaran Banyumas Wedding Expo dan Banyumas Mantu Tahun 2026. Sekda Banyumas Agus Nur Hadie secara resmi membuka acara yang memadukan pameran industri pernikahan dan program nikah massal sosial ini yang digelar pada Jumat (04/09/2026) di Rita Supermall Purwokerto.

Sebanyak 29 pasangan pengantin menjalani rangkaian kegiatan Banyumas Mantu yang diawali prosesi kirab dari Pendopo Si Panji menuju Rita Supermall Purwokerto, yang dilanjutkan dengan prosesi akad nikah yang turut disaksikan Sekda Banyumas.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakannya, Sekda Agus Nur Hadie menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan seluruh pihak terkait atas kolaborasi lintas sektor yang berhasil mewujudkan kegiatan bernilai sosial dan ekonomi tinggi ini. “Kegiatan ini menarik karena bukan hanya soal expo atau perayaan pernikahan. Di dalamnya ada nilai sosial, pemberdayaan ekonomi, dan upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan kepastian dan legalitas dalam kehidupan berkeluarga,” ujarnya

Ia mengatakan bahwa pada tahun 2026 ini, tercatat sebanyak 27 pasangan mengikuti program Banyumas Mantu dengan rentang usia peserta mulai dari 21 hingga 63 tahun. Selain itu, terdapat 2 pasangan yang secara khusus mengikuti prosesi Isbat Nikah untuk mendapatkan legalitas berupa Buku Nikah resmi dari negara. Agus menegaskan pentingnya pencatatan pernikahan secara hukum negara selain pemenuhan syarat sah secara agama.

Dirinya juga berharap program Banyumas Mantu ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya. “Dengan adanya buku nikah, akan lebih mudah dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi keluarga, termasuk terkait anak, pendidikan, kesehatan, maupun hak-hak hukum lainnya. Untuk itu Saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tegasnya.

Tak hanya berfokus pada dimensi sosial, Sekda Banyumas juga mengungkapkan potensi ekonomi kreatif dari gelaran Banyumas Wedding Expo. Menurutnya, industri wedding dinilai menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah karena melibatkan ekosistem usaha yang luas, mulai dari wedding organizer (WO), dekorasi, tata rias (MUA), fotografi, katering, busana, souvenir, hiburan, hingga jasa percetakan dan UMKM pendukung lainnya. “Ketika ada satu pernikahan, ada banyak pelaku usaha yang ikut bergerak. Melalui expo ini, menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha wedding dengan masyarakat. Saya berharap para pelaku usaha pernikahan di Banyumas terus meningkatkan profesionalisme, semakin kreatif, dan mampu naik kelas untuk menggarap pasar Banyumas yang sangat besar,” tambahnya.

Mengakhiri sambutannya, Sekda Banyumas menyampaikan selamat menempuh hidup baru kepada seluruh pasangan pengantin agar dapat membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah.

Sementara itu Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo 2026, Rumaisa dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian acara yang bergulir sejak Maret tahun ini tak hanya menjadi wadah promosi industri pernikahan lokal, tetapi juga bagian dari peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Banyumas. “Hari ini kita sampai di puncak acara sebagai wadah promosi, pembangunan, dan ajang yang memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Banyumas,” ujar Rumaisa.

Rumaisa mengatakan melalui program Banyumas Mantu, para pasangan pengantin mendapatkan berbagai manfaat di antaranya kemudahan dokumen kependudukan terpadu dari Dindukcapil dan Kemenag, bantuan dari Baznas, tabungan emas dari Pegadaian, hingga layanan rias gratis dari DPC HARPI Melati Banyumas bersama MUA lokal.

Panita acara tersebut mengungkapkan dengan mengusung tema Heritage Love Story, acara ini mengangkat kearifan lokal yang berangkat dari kawasan adat Bonokeling, Desa Pekuncen, Jatilawang.

Pihaknya menyampaikan dalam momentum ini juga dimanfaatkan untuk merumuskan serta memperkenalkan pakem tata rias pengantin khas daerah bernama Sira Ayu Banyumasan. Riasan ini menampilkan ciri khas pais Capit Yuyu, yang terinspirasi dari kisah pewayangan gagrag Banyumasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *