Apresisiasi Lomba Tulis Aksara Sunda SD se-Kota Cimahi, Mang Ujang Laip: ini Upaya Penting Pelestarian Warisan Budaya

TEROPONG INDONESIA, Cimahi – Lomba tulis aksara Sunda tingkat SD se-Kota Cimahi digagas oleh Komite Libastra Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, salah satunya Maestro Aksara Yudhistira Purana Sakhyakirti.

Dalam kesempatan ini, pria yang akrab disapa Mang Ujang itu mengatakan acara tersebut tak sekadar ajang kompetisi, melainkan langkah nyata Cimahi dalam melestarikan serta mengenalkan aksara Sunda kepada generasi muda.

“Lomba ini merupakan bentuk konkret dalam melestarikan dan mengenalkan warisan budaya kita, terutama aksara Sunda, kepada anak-anak sejak usia dini,” ujar Mang Ujang di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Sabtu 30 Agustus 2025.

Sebagai seorang yang memiliki kecintaan mendalam terhadap aksara Sunda, Mang Ujang Laip mengaku bangga melihat antusiasme para peserta lomba.

Menurutnya, aksara Sunda bukan hanya sekadar simbol tulisan, tetapi juga cerminan dari kekayaan budaya dan kearifan lokal yang mengandung nilai-nilai luhur.

“Dengan adanya lomba seperti ini, generasi muda tidak hanya diajarkan menulis aksara Sunda, tetapi juga diajak untuk menghargai dan memahami pentingnya pelestariannya di tengah arus globalisasi yang semakin berkembang,” tuturnya.

Generasi Muda Sebagai Pelestari Budaya, Lomba tulis aksara Sunda yang diselenggarakan di Kota Cimahi, sebut Mang Ujang, menunjukkan bahwa ada potensi besar di kalangan siswa untuk melestarikan tradisi budaya.

“Saya melihat para peserta memiliki semangat dan kemampuan yang luar biasa. Ini menjadi sinyal positif bahwa budaya Sunda akan terus berkembang dan hidup di tangan generasi penerus,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan semacam ini perlu lebih sering diadakan, tidak hanya di Kota Cimahi, tetapi juga di seluruh daerah di Jawa Barat.

“Semoga acara serupa bisa lebih sering dilaksanakan, agar semakin banyak sekolah yang memperkenalkan aksara Sunda kepada siswa-siswanya, sehingga aksara ini tetap relevan dan dihargai oleh generasi-generasi mendatang,” ucapnya. (Gani Abdul Rahman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *