Greatest Movies Soundtrack Hadir di Kota Baru Parahyangan, TP Jazz Universe Bakal Jadi Jembatan Musik

TEROPONG INDONESIA – Jelang puncak penyelenggaraan The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026, kolaborasi istimewa antara TP Jazz Management bersama Kota Baru Parahyangan resmi meluncurkan acara pembuka bernama TP Jazz Universe: Greatest Movies Soundtrack.

Konser tersebut bakal dihelat Jumat, 4 September 2026, pukul 19.00 WIB di Mason Grand Ballroom, Mason Pine Hotel, Kota Baru Parahyangan.

Lebih dari sekadar pertunjukan musik, pertemuan ini lahir dari kesamaan visi, yakni seni dan budaya tumbuh paling subur ketika ditopang oleh komunitas yang hidup dan berkembang bersama.

“Inilah yang menjadi landasan konsep Community Based Development yang dipegang teguh kedua pihak, komunitas merupakan fondasi tempat kreativitas dan kualitas hidup dibangun,” kata Direktur PT Belaputera Intiland, Ryan Brasali, Jumat (14/8/2026).

Ryan menjelaskan filosofi pengembangan kawasan yang sejak tahun 2000 terus memperkuat ruang interaksi sosial, kegiatan budaya, pendidikan hingga olahraga lintas generasi.

Melalui tiga pilar utama, yakni Mandiri, Madani, dan Alami, pembangunan tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, namun pada pembangunan kehidupan masyarakat.

“Community Based Development bagi kami bukan sekadar konsep pengembangan kawasan, melainkan filosofi dalam membangun kehidupan kota. Kami ingin menghadirkan ruang yang mendorong masyarakat untuk berkumpul, berinteraksi, dan menciptakan pengalaman bersama,” jelasnya.

“Melalui kolaborasi dengan TP Jazz Management, kami melihat bagaimana musik dapat menjadi bagian dari ekosistem tersebut, menghadirkan nilai budaya sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pendiri TP Jazz Management, Bobby Renaldi menuturkan, filosofi yang sama telah dijalankan TP Jazz Management selama lebih dari 14 tahun, dari festival tahunan, seri TP Jazz Universe, podcast hingga kompetisi musik internasional.

Ia menyebut, semuanya ditujukan membangun ruang tempat musisi, penikmat, dan generasi muda bertumbuh bersama.

“Jazz bukan hanya sebuah genre musik, tetapi juga bagian dari perjalanan budaya. Kami melihat semangat yang sama di Kota Baru Parahyangan yang sejak awal dibangun dengan penghargaan terhadap sejarah, budaya dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kolaborasi ini terasa sangat alami,” terang Bobby.

Bobby mengungkapkan, konser bertema Greatest Movie Soundtrack bakal menyajikan aransemen ulang lagu-lagu ikonik dari film-film legendaris, baik karya dalam negeri maupun mancanegara yang disajikan dengan nuansa jazz yang kaya improvisasi.

“Deretan nama besar yang akan tampil, seperti Dwiki Dharmawan, Dira Sugandi, Sandy Sondoro, Dirly Dave dan Rimar Callista, serta penampilan pembuka dari pemenang The Papandayan International Jazz Competition (TPJC) sebagai wujud komitmen melahirkan musisi baru,” paparnya.

“Acara ini berfungsi sebagai pemanasan resmi sebelum festival utama yang dijadwalkan 3 Oktober 2026,” sambungnya.

Bobby menyebut, untuk harga tiket ditetapkan Rp250.000 untuk umum, dengan masa penawaran awal pre-sale Rp175.000 berlaku hingga 14 Agustus 2026 atau sampai kuota terpenuhi.

“Pemegang Platinum Pass TPJF 2026 dapat hadir tanpa biaya tambahan dan pembelian bisa dilakukan melalui tautan: https://goers.co/tpjukbp,” sebutnya.

Melalui kolaborasi ini, sambung Bobby, pelestarian budaya tidak harus selalu lewat cara konvensional. Musik yang dimainkan bersama, di ruang yang mengundang orang berkumpul.

“Itu pun sudah menjadi cara menjaga warisan tetap hidup dan relevan dihadirkan, dinikmati, dan dikembangkan bersama komunitasnya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *