Kolaborasi Jadi Kunci, Disnakertrans Sumedang Siapkan Strategi Besar Tekan Angka Pengangguran

Teropong Indonesia –, Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Sumedang menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi lintas sektor. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan membuka lapangan kerja baru, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, sinergi dunia pendidikan dengan industri, serta keterbukaan informasi ketenagakerjaan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), komposisi angkatan kerja di Kabupaten Sumedang masih didominasi lulusan SMP, SMA, dan SMK. Kondisi tersebut memunculkan tantangan tersendiri karena kompetensi lulusan kerap belum sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (link and match), sehingga banyak pencari kerja yang belum mampu terserap secara optimal.

Selain persoalan kompetensi, Disnakertrans juga melihat masih kuatnya ego sektoral yang menyebabkan kerja sama antarinstansi, dunia usaha, akademisi, komunitas, Bursa Kerja Khusus (BKK), hingga pelaku UMKM belum berjalan secara terintegrasi. Padahal, kolaborasi merupakan fondasi utama dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan.

Sebagai upaya menjawab tantangan tersebut, Disnakertrans Kabupaten Sumedang terus mendorong peningkatan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, memperkuat komunikasi dengan perusahaan, membangun kemitraan bersama Apindo, lembaga pendidikan, serta mengembangkan inovasi digital Sipedo yang diproyeksikan menjadi pasar kerja berbasis aplikasi untuk mempermudah pencari kerja memperoleh informasi lowongan secara cepat dan terbuka.

Tak hanya itu, Disnakertrans juga berupaya membangun sebuah forum kolaborasi yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan agar setiap kebijakan ketenagakerjaan dapat berjalan selaras. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja yang selama ini belum sepenuhnya dipublikasikan.

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang, Dr. Irma Dewi Agustin, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa persoalan pengangguran di Sumedang sebenarnya telah terpetakan dengan baik. Kini, yang dibutuhkan adalah komitmen bersama untuk menjalankan solusi secara konsisten.

“Persoalan pengangguran di Kabupaten Sumedang sudah kita ketahui, begitu pula langkah penyelesaiannya. Yang harus kita bangun sekarang adalah kolaborasi yang terintegrasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan seluruh mitra strategis. Jika peningkatan kompetensi, link and match dengan industri, serta keterbukaan informasi lowongan kerja dapat berjalan bersama, saya optimistis angka pengangguran di Sumedang dapat terus ditekan,” ujar Dr. Irma Dewi Agustin, Selasa (21/07).

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mempersiapkan diri dengan kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

“Hari ini adalah era kompetensi. Setiap orang harus memiliki pengetahuan, keterampilan sesuai passion, attitude yang baik, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Dunia kerja membutuhkan pribadi yang kompeten, tangguh, disiplin, dan terus belajar. Mereka yang memiliki kualitas tersebut akan lebih mudah memperoleh peluang kerja dan mampu bersaing di mana pun berada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *