DLH Cimahi Intensif Pantau Pohon Rawan Tumbang, Keselamatan Warga Jadi Perhatian

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Ancaman pohon tumbang saat musim hujan tidak bisa dianggap sepele. Terlebih, sejumlah pohon berusia tua dengan kondisi akar dan batang yang berpotensi rapuh masih berdiri di kawasan permukiman maupun ruas jalan Kota Cimahi.

Mengantisipasi risiko tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi mulai mengintensifkan pemantauan dan pemeriksaan kondisi pohon. Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi pohon yang berpotensi tumbang, terutama ketika hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Cimahi.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kota Cimahi, Agus Irwan Kustiawan, mengatakan Tim Konservasi DLH atau Tangkas Jagawana melakukan pemantauan setiap hari terhadap pohon-pohon yang dinilai memiliki potensi membahayakan keselamatan masyarakat.

“Untuk antisipasi, setiap hari Tim Konservasi DLH (Tangkas Jagawana) terus memonitor pohon yang dirasa rawan tumbang. Kami lakukan pengecekan kondisinya,” kata Agus, Kamis (05/11/2026).

Menurutnya, penanganan pohon tidak dilakukan secara sembarangan. DLH terlebih dahulu melakukan pemeriksaan melalui Indeks Kesehatan Pohon (IKP) untuk menentukan kondisi dan jenis tindakan yang diperlukan.

Pohon yang masih dinilai sehat akan mendapatkan pemeliharaan berupa pemangkasan atau topping, terutama pada bagian tajuk dan cabang yang terlalu rimbun. Sementara pohon yang sudah miring, keropos, atau berpotensi membahayakan akan ditangani melalui penebangan setelah melalui pemeriksaan.

“Kami melakukan pemangkasan pohon-pohon yang terlalu rimbun. Kalau sekiranya sudah membahayakan, sudah miring atau keropos, pohon ditebang. Tentunya setelah melalui pengecekan IKP,” ujarnya.

Kewaspadaan DLH tersebut bukan tanpa alasan. Sebelumnya, sebuah pohon besar yang diperkirakan berusia lebih dari 25 tahun tumbang di Kompleks KPAD Sriwijaya, Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Sabtu, (24/10/2026).

Peristiwa itu cukup mengejutkan lantaran pohon tumbang ketika tidak sedang terjadi hujan maupun angin kencang. Beruntung, arah jatuhnya pohon tidak mengenai permukiman warga sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

Meski tidak menimbulkan dampak serius, kejadian tersebut menjadi peringatan bahwa ancaman pohon tumbang tidak selalu bergantung pada cuaca ekstrem. Kondisi fisik pohon, termasuk kerusakan akar dan batang yang tidak terlihat dari luar, juga dapat menjadi faktor pemicu.

Agus menduga pohon yang tumbang tersebut mengalami pengeroposan pada bagian akar dan batang. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah aktivitas pembakaran di sekitar pangkal pohon pada masa lalu yang diduga merusak struktur pohon.

“Penyebabnya mungkin ada pengeroposan akar dan batang. Dugaan kami, pada masa lalu ada pembakaran di sekitar bawah pohon yang merusak akar dan batang,” pungkas Agus. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *