TEROPONG INDONESIA-, Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia (PABKI) menyelenggarkan Open Tournament Nasional 2026 yang berlangsung 29–30 Agustus 2026 di Kiara Artha Park, Bandung. Turnamen yang mempertemukan para peserta dari 15 provinsi dalam empat kategori: full spin, half spin, no spin, dan kapak.
Kegiatan dihadiri oleh, Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Ketua Harian Persatuan Akurasi Bilah dan Kapak Indonesia, beserta tamu kehormatan Hj. Diana Dewi, Ketua Kormi DKI Jakarta Periode 2025-2029. Perwakilan dari BNI DKI Jakarta, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung didukung oleh perusahaan minuman kemasan bermerek Le Minerale dan Teh Pucuk Harum. Melalui kegiatan tersebut, panita menargetkan agar PABKI semakin dikenal luas hingga diminati oleh lapisan masyarakat.

Ketua Harian PABKI, Hendri Jay, menjelaskan tentang kegiatan pemecahan rekor MURI yang melibatkan lebih dari 300 atlet yang datang dari 15 provinsi di seluruh Indonesia.
“Kegiatan MURI yang kita laksanakan ini bisa dikatakan pertama kali di Dunia, bukan cuma di Indonesia. PABKI berhasil memaksimalkan target 600 lemparan menancap di papan sasaran. Setiap peserta dibekali satu set berisi empat bilah pisau sesuai standar regulasi organisasi,”jelasnya saat wawancara bersama media cetak dan online setelah proses penilaian untuk mencapai Rekor MURI.
Hendri menyampaikan proses penilaian dilakukan secara ketat dan sportif dengan pengawasan langsung dari tim asisten dan penilai MURI. Poin tetap dihitung presisi, meski ada bilah yang sempat menancap, namun terjatuh akibat tertimpa lemparan pisau berikutnya.

Berbagai kegiatan tersebut merupakan langkah untuk mempersiapkan Atlet dibidang untuk mengikuti perlombaan di tingkat Dunia / World Cup yang akan datang.
Pada Open Tournament Nasional tahun ini mempertandingkan 12 kelas kejuaraan dengan total 72 pemenang. Dalam memperebutkan hadiah utama berupa unit sepeda motor bagi juara pertama di masing-masing kategori utama. Dengan komposisi peserta terdiri dari 85 persen anggota internal organisasi, sementara sisa kuota diisi oleh pegiat olahraga ketangkasan non-anggota.
“Tournament Nasional ini menjadi kejuaraan pertama PABKI yang menggunakan standar tata kelola olahraga profesional, lengkap dengan fasilitas live broadcast skala internasional. Langkah ini diambil sebagai strategi mengenalkan olahraga lempar bilah dan kapak ke masyarakat luas,”ucapnya

Ajang di Kota Bandung ini juga menjadi lompatan besar PABKI dalam melengkapi proses finalisasi administrasi dan tata kelola organisasi agar resmi terdaftar di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).
Setelah sukses Tournament Nasional 2026, PABKI menargetkan kenaikan jumlah partisipasi atlet hingga tiga kali lipat untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan utama bidang olahraga lempar pisau di tingkat Dunia.








