Tak Cukup Nilai Bagus: Seleksi STPN Ukur Fisik, Mental dan Komitmen Calon Ahli Pertanahan

Sumber: atrbpn.go.id

TEROPONG INDONESIA – Menjadi bagian dari Politeknik Agraria STPN di bawah Kementerian ATR/BPN bukan sekadar soal peringkat nilai ujian tinggi. Hal itu terlihat jelas saat seleksi Penerimaan Taruna Baru (PTB) Tahun Akademik 2026/2027 kini berakhir di tahap wawancara—setelah peserta lolos ujian CBT, tes kesamaptaan, kesehatan, dan psikologi berturut-turut.

Rangkaian pengujian menyeluruh ini dimaksudkan agar perguruan tinggi kedinasan ini benar-benar menjaring calon peserta yang tak hanya cerdas secara akademik, melainkan juga memiliki fisik prima, mental tangguh, serta kesadaran penuh atas tanggung jawab melayani urusan pertanahan masyarakat.

“Kami tidak hanya mencari mereka yang pintar di atas kertas. Profesi di bidang pertanahan dan tata ruang menuntut ketahanan fisik di lapangan, kestabilan mental menghadapi kasus beragam, serta komitmen kuat menjaga keadilan dan transparansi,” jelas Pembantu Ketua II Bidang Administrasi Umum Politeknik Agraria STPN, Widhiana Hestining Puri.

Dimas Badrikawi Starautomo, peserta asal Malang yang melamar prodi Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, mengakui ketatnya proses seleksi justru meyakinkannya soal kualitas pendidikan yang akan didapat kelak. Sementara Aurelia Nidya Prasetyo dari Pati—calon taruni prodi Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah—menilai beragam tes tersebut menjadi cermin tantangan nyata yang akan dihadapi saat bekerja nanti.

Panitia menegaskan seluruh prosedur berjalan objektif, tertutup peluang kecurangan, dan berpedoman regulasi resmi. Dari ribuan pendaftar, hanya 350 orang yang akan diterima—terdiri dari jalur umum, tugas belajar, serta alokasi kerja sama pemerintah daerah.

Pengumuman kelulusan final ditetapkan pada 22 Juli 2026. Lulusan berhak mengikuti daftar ulang daring, masuk asrama mulai 21 Agustus, menjalani masa pengenalan kampus 24–27 Agustus, dan memulai perkuliahan resmi per 31 Agustus 2026. Lulusan STPN nantinya diharapkan menjadi tulang punggung pelaksanaan program prioritas ATR/BPN mulai PTSL, perlindungan lahan, hingga penyelesaian konflik agraria di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *