Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Industri animasi Indonesia kembali menunjukkan geliat positif. Di balik kesuksesan film animasi Garuda di Dadaku yang kini tayang di bioskop nasional, terdapat kontribusi puluhan kreator asal Cimahi yang ikut terlibat dalam proses produksinya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para talenta kreatif tersebut, PT Ayena Mandiri Sinema (Ayena Studio) menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Garuda di Dadaku di Cinepolis Istana Plaza Bandung, Kamis (18/6/2026).
Acara ini menjadi momentum untuk merayakan hasil kerja ratusan animator dan pekerja kreatif yang berkolaborasi menghadirkan karya animasi berkualitas buatan anak bangsa.
Film Garuda di Dadaku merupakan hasil kolaborasi antara KAWI Animation dan Base Entertainment yang disutradarai oleh Rony Gani. Proyek besar tersebut melibatkan sekitar 500 kreator dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Cimahi dan Bandung Raya.
Founder Ayena Studio, Robby UL Pratama, mengatakan kegiatan nobar sengaja diselenggarakan untuk memberikan ruang apresiasi kepada para kreator yang selama berbulan-bulan bekerja di balik layar.
“Hari ini kami mengadakan kegiatan nonton bareng film animasi Garuda di Dadaku, salah satu produksi KAWI Animation dan Base Entertainment yang dikerjakan oleh sekitar 500 kreator, termasuk dari Cimahi dan Bandung Raya,” ujar Robby Jumat, (19/6/2026).
Robby menjelaskan, Ayena Studio dipercaya mengerjakan tahapan Lighting, Rendering, dan Compositing (LRC), yaitu proses penting yang menentukan kualitas visual akhir sebuah film animasi sebelum ditayangkan kepada publik.
Melalui tahapan tersebut, tim Ayena Studio berperan dalam menyempurnakan pencahayaan, proses render, hingga penyatuan seluruh elemen visual agar menghasilkan tampilan yang sinematik dan sesuai dengan visi sutradara.
“Kami berkontribusi pada proses lighting, render, dan compositing sehingga sebagian final look dari film ini dikerjakan oleh tim kami,” katanya.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek tersebut adalah menerjemahkan visi kreatif sutradara ke dalam visual yang menarik sekaligus menghadirkan gaya animasi yang memiliki karakter berbeda dari proyek-proyek sebelumnya.
“Tantangan terbesar adalah menyatukan visi yang diinginkan sutradara sekaligus menghadirkan kualitas visual dengan pendekatan yang berbeda dari animasi yang pernah kami kerjakan sebelumnya,” ungkap Robby.
Keterlibatan sumber daya manusia lokal menjadi salah satu hal yang paling membanggakan dalam proyek ini. Ayena Studio mencatat sekitar 25 kreator asal Cimahi turut berkontribusi dalam produksi film tersebut.
Sebagian besar di antaranya merupakan lulusan SMK Negeri 2 Cimahi dan Universitas Komputer Indonesia, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok talenta kreatif di bidang animasi dan teknologi digital.
“Kurang lebih ada sekitar 25 kreator dari Cimahi yang terlibat. Kami juga banyak berkolaborasi dengan lulusan SMK Negeri 2 Cimahi dan Unikom,” jelasnya.
Keikutsertaan para kreator muda tersebut menunjukkan bahwa Cimahi masih menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif digital, khususnya animasi.
Robby berharap keberhasilan film animasi nasional seperti Garuda di Dadaku dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani menekuni industri kreatif yang kini semakin berkembang.
Menurutnya, kemampuan teknis harus dibarengi dengan semangat belajar, konsistensi, dan keberanian menampilkan karya kepada publik.
“Untuk anak-anak muda Cimahi yang ingin berkarier di industri animasi, terus belajar, manfaatkan setiap kesempatan, dan jangan malu menunjukkan karya agar bisa dilihat lebih banyak orang,” pesannya.
Senada dengan itu, perwakilan Patopo Studio, Adi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh animator dan kreator yang telah berkontribusi dalam produksi film tersebut.
Ia berharap keberhasilan Garuda di Dadaku dapat menjadi momentum kebangkitan industri animasi Indonesia sekaligus memotivasi para kreator muda untuk terus menghasilkan karya yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh kreator yang telah menghasilkan film animasi yang sangat baik. Semoga film ini menjadi pemantik semangat bagi para kreator lain untuk terus berkarya dan memajukan animasi Indonesia,” katanya.
Dengan keterlibatan puluhan talenta lokal dalam produksi film layar lebar nasional, Cimahi kembali membuktikan diri sebagai salah satu kota yang memiliki ekosistem industri kreatif yang terus tumbuh dan mampu melahirkan kreator-kreator berdaya saing tinggi. (Gani Abdul Rahman)





