Teropong Indonesian, KOTA CIMAHI –Perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia tidak hanya menjadi ajang mengenang perjuangan kemerdekaan, tetapi juga momentum untuk membangkitkan potensi lokal.
Hal ini tercermin di Pasar Awi Campernik, Kampung Torobosan, Kelurahan Cipageran, Cimahi Utara, yang sukses menggelar rangkaian lomba khas Agustusan sambil mendorong geliat ekonomi dan pariwisata warga setempat.
Kegiatan bertema kemerdekaan ini menjadi lebih dari sekadar hiburan musiman.
Untuk pertama kalinya, Pasar Awi Campernik menyelenggarakan lomba Agustusan di tengah suasana pasar yang terintegrasi dengan kawasan Eco Wisata Cimahi (Ewic).
Diharapkan Ribuan pengunjung dari berbagai daerah dapat memadati lokasi, sehingga dapat membuktikan bahwa pendekatan budaya mampu menjadi magnet wisata yang berdampak nyata.
“Kegiatan ini kami rancang tidak hanya sebagai bentuk peringatan kemerdekaan, tapi juga sebagai upaya strategis menghidupkan perekonomian warga melalui jalur pariwisata berbasis komunitas,” ungkap Fajar Firdaus Adiparta, Kepala Seksi Pariwisata Disbudparpora Kota Cimahi, Senin, 11/08/2025.
Dengan menggandeng Paguyuban Pedagang Pasar Awi Campernik, event ini berhasil menyatukan elemen seni, permainan tradisional, dan potensi ekonomi warga. Lomba-lomba seperti joged balon, estafet sarung, serta permainan anak-anak lainnya digelar di tengah pasar, yang dihiasi ornamen merah putih dan semangat gotong royong.
Namun daya tarik utama bukan hanya lomba, melainkan pengalaman wisata yang otentik.
Pengunjung disuguhi suasana pasar bernuansa tempo dulu, lengkap dengan kuliner khas Sunda seperti ketan bakar, tahu gejrot, hingga minuman tradisional seperti bajigur dan bandrek.
“Banyak yang awalnya datang hanya untuk berwisata, tapi tertarik ikut lomba karena suasananya hidup dan penuh keceriaan,” tambah Fajar.
Lebih dari itu, peningkatan pengunjung selama peringatan HUT RI ke-80 membawa efek domino pada sektor ekonomi lokal. Penjual makanan, pengrajin, hingga pengelola parkir melaporkan peningkatan penghasilan.
“Konsepnya memang bukan pasar biasa. Dengan hanya buka dua kali sebulan, kami selalu hadirkan daya tarik baru. Saat momen nasional seperti HUT RI, lomba tematik ini jadi pemicu tambahan pengunjung,” jelasnya.
Keunikan konsep Pasar Awi Campernik pun mulai dikenal luas berkat promosi organik di media sosial. Banyak pengunjung yang awalnya penasaran setelah melihat konten-konten warganet, lalu datang langsung untuk merasakan suasana dan ikut membelanjakan uangnya di sana.
“Ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan strategi wisata bisa berjalan beriringan, bahkan menjadi solusi nyata bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegas Fajar.
Jika konsistensi konsep dan dukungan komunitas terus dijaga, Pasar Awi Campernik berpotensi tumbuh sebagai pusat wisata budaya dan kuliner unggulan di wilayah Bandung Raya sekaligus menjadi contoh sukses integrasi antara identitas lokal, pariwisata, dan ekonomi kerakyatan. (Gani Abdul Rahman)





