Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Dalam rangka pembinaan rohani selama Ramadhan 1447 H, Pengadilan Agama Kota Cimahi kembali menggelar kultum ba’da Dzuhur berjamaah di Masjid Al-Mahkamah.
Kegiatan yang diikuti seluruh pegawai ini menjadi bagian dari upaya memperkuat spiritualitas dan nilai-nilai keimanan di lingkungan kerja.
Pada kajian hari ke-12 Ramadhan, tausiyah disampaikan oleh M. Moenawar Subkhi yang mengangkat tema “Iman Pondasi Kehidupan yang Kokoh.” Dalam pemaparannya, beliau menyoroti firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183: “Yā ayyuhalladzīna āmanū kutiba ‘alaikumush shiyām…” Ayat tersebut diawali dengan panggilan mulia kepada orang-orang beriman, yang menegaskan bahwa setiap perintah Allah ditujukan kepada mereka yang memiliki iman.
Beliau menjelaskan, penggunaan kata “kutiba” dalam bentuk majhul (pasif) menunjukkan bahwa kewajiban puasa benar-benar ditetapkan langsung oleh Allah SWT. Hal ini menegaskan bahwa dasar utama dalam menjalankan setiap perintah-Nya adalah iman. Tanpa iman yang kokoh, bangunan ibadah akan mudah goyah.
Iman dimaknai sebagai keyakinan penuh kepada Allah, janji dan pahala-Nya, serta kepercayaan terhadap perkara gaib seperti malaikat, hari akhir, hisab, surga, dan neraka. Inilah yang membedakan iman dengan Islam. Islam tampak dalam aspek lahiriah melalui amal perbuatan, sedangkan iman bersemayam di dalam hati dan menjadi motor penggerak setiap bentuk ketaatan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa iman harus senantiasa dijaga dan diperkuat melalui tilawah Al-Qur’an, dzikir, serta menghadiri majelis ilmu. Sebab, iman dapat bertambah dan berkurang. Keyakinan yang terpelihara akan mendorong seseorang untuk menjaga kualitas shalat, menahan hawa nafsu, serta tunduk pada ketetapan Allah, bahkan ketika berhadapan dengan keinginan pribadi.
Melalui kajian ini, diharapkan seluruh pegawai semakin menyadari pentingnya menjadikan iman sebagai fondasi dalam menjalani kehidupan, baik dalam tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Semoga keimanan senantiasa diteguhkan hingga akhir hayat dan setiap insan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah. (Gani Abdul Rahman)





