Nilai TKA Anjlok, Disdik Cimahi Soroti Kinerja Sekolah : Rata-rata Matematika Hanya 42,25

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan Kota Cimahi. Di tengah berbagai program peningkatan mutu pendidikan yang selama ini digembar-gemborkan, capaian akademik siswa justru menunjukkan fakta yang memprihatinkan.

Data TKA mengungkap kesenjangan kualitas pendidikan yang lebar antar-sekolah. Di satu sisi terdapat sekolah yang mampu meraih nilai tinggi, namun di sisi lain masih ditemukan sekolah dengan capaian yang sangat rendah. Bahkan, rata-rata nilai Matematika tingkat SMP hanya mencapai 42,25, jauh dari angka yang seharusnya menjadi standar kompetensi dasar peserta didik.

Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah sekolah tercatat memperoleh nilai di bawah 50. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas proses pembelajaran, kualitas pengawasan akademik, hingga peran manajemen sekolah dalam memastikan siswa mendapatkan pendidikan yang layak.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, mengaku terkejut dengan hasil yang diperoleh sejumlah sekolah. Menurutnya, capaian tersebut tidak bisa dianggap sebagai persoalan biasa dan harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh.

“Yang jelas, saya sudah menyampaikan di grup para kepala sekolah nilai berkaitan dengan hasil TKA tersebut, sehingga menjadi evaluasi juga buat sekolah-sekolah seperti apa kondisinya,” kata Nana, Minggu, (14/6/2026) saat dikonfirmasi.

Nana mengakui hasil tersebut menjadi sinyal kuat bahwa masih terdapat persoalan serius dalam sistem pembelajaran di sejumlah sekolah.

“Ya tentu saja kaget, karena ada yang nilainya di bawah 50. Bahkan mungkin ada nilai terendah di bawah itu. Tapi ini menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

Rendahnya capaian TKA tidak semata-mata menggambarkan kemampuan siswa. Hasil tersebut juga mencerminkan kualitas pengajaran, efektivitas kepemimpinan kepala sekolah, serta keberhasilan sekolah dalam menjalankan fungsi pendidikan. Ketika nilai rata-rata mata pelajaran inti seperti Matematika hanya berada di angka 42,25, maka evaluasi tidak cukup hanya dilakukan kepada siswa, tetapi juga terhadap sistem yang selama ini berjalan.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Dinas Pendidikan Kota Cimahi. Pasalnya, rendahnya hasil TKA berpotensi berdampak pada daya saing lulusan di jenjang pendidikan berikutnya. Jika tidak segera ditangani dengan langkah konkret dan terukur, kesenjangan mutu pendidikan antar-sekolah akan semakin melebar.

Publik kini menunggu langkah tegas Disdik Cimahi, bukan sekadar evaluasi administratif. Pembinaan intensif, pengawasan kinerja sekolah, hingga penilaian terhadap kepemimpinan kepala sekolah menjadi langkah yang dinilai penting untuk memastikan persoalan ini tidak terus berulang.

Hasil TKA tahun ini menjadi peringatan bahwa masih ada persoalan mendasar yang belum terselesaikan dalam dunia pendidikan Kota Cimahi. Di balik sejumlah prestasi yang kerap dipublikasikan, fakta di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang belum mendapatkan kualitas pembelajaran sebagaimana mestinya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *