Religi  

Tabligh Akbar Ulul Albab di Bandung Dipadati Ribuan Jemaah, Gaungkan Ketahanan Keluarga Islami

Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Pondok Pesantren Ulul Albab Pusat di Jalan Wiradisastra, Sadakeling, Kota Bandung, Sabtu (2/5/2026), dalam gelaran Tabligh Akbar ke-3. Kegiatan ini menjadi wadah silaturahmi nasional sekaligus penguatan nilai-nilai keislaman bagi santri, alumni, dan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Jemaah datang dari sejumlah wilayah di Jawa Barat hingga luar pulau, menandakan kuatnya jaringan serta kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Ulul Albab Pusat, KH DR Asep Sudrajat, mengatakan tema tabligh akbar tahun ini menitikberatkan pada pentingnya membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah sebagai fondasi utama kehidupan umat.

“Tema hari ini bagaimana kita membentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujar KH Asep.

Menurutnya, keluarga yang kuat secara spiritual akan melahirkan generasi yang berakhlak, mandiri, serta mampu menghadapi tantangan zaman.

KH Asep juga menegaskan komitmen Pondok Pesantren Ulul Albab dalam membuka akses pendidikan gratis bagi masyarakat sejak berdiri pada 3 Juni 2000. Meski tanpa biaya, pesantren tersebut terus berupaya menjaga mutu pendidikan agar tetap kompetitif.

Selain pendidikan berbasis pesantren, Ulul Albab menyediakan sekolah formal mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA. Bahkan, santri berprestasi mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui program kerja sama.

“Ada SD, SMP, SMA, hingga kerja sama untuk kuliah bagi santri berprestasi,” katanya.

Tak hanya itu, pesantren ini juga memiliki panti asuhan sebagai bentuk pelayanan sosial bagi anak-anak kurang mampu. Program tersebut dinilai menjadi bukti bahwa pendidikan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.

Melalui momentum tabligh akbar, pihak pesantren berharap dapat memperkuat peran lembaga pendidikan Islam sebagai penghubung antara ulama, umat, dan pemerintah, sekaligus memperluas jaringan dakwah di berbagai daerah.

KH Asep pun mengingatkan masyarakat agar tidak menilai lembaga pendidikan hanya dari sisi biaya.

“Jangan hanya melihat mahal atau murahnya sekolah, tapi lihat kualitas hasil didikannya. Pesantren gratis pun bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Ade Sofyan menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap empat bulan sekali untuk menjaga kebersamaan antar cabang Ulul Albab di seluruh Indonesia.

“Kegiatan ini rutin empat bulan sekali sebagai ajang silaturahmi antar cabang dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Ia menyebut sekitar 1.000 jemaah hadir dari berbagai daerah seperti Tasikmalaya, Garut, Subang, Karawang, Riau, hingga Kalimantan.

“Sekitar 1.000 jemaah sudah hadir dari berbagai daerah seperti Tasik, Garut, Subang, Karawang bahkan ada dari Riau dan Kalimantan,” jelasnya.

Ade menambahkan, tabligh akbar kali ini menjadi yang terbesar karena melibatkan seluruh cabang dari berbagai provinsi. Sebelumnya, kegiatan serupa hanya berfokus pada peserta dari Jawa Barat.

“Kali ini semua provinsi diminta hadir, berbeda dengan sebelumnya yang hanya Jawa Barat,” katanya.

Kegiatan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Sabtu pertama September 2026 di lokasi yang sama, dengan harapan semakin memperkuat ukhuwah Islamiyah dan soliditas jaringan Ulul Albab di seluruh Indonesia. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *