Dispangtan Cimahi Perkuat Pengendalian Inflasi, Harga Pangan Dijaga Tetap Stabil

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasokan dan gejolak harga sejumlah komoditas strategis. Berbagai program digulirkan secara berkelanjutan untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.

Upaya pengendalian inflasi tersebut dilakukan melalui sejumlah kegiatan, mulai dari Gerakan Pangan Murah (GPM), pemantauan harga di pasar tradisional dan pusat perdagangan, Festival Pasar Hepi, hingga penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Maryam, mengatakan langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat memicu inflasi.

“Berbagai program terus kami jalankan untuk menjaga ketersediaan pasokan dan kestabilan harga pangan. Tujuannya agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” ujar Tita saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Menurutnya, pengendalian inflasi tidak hanya dilakukan melalui intervensi pasar, tetapi juga diperkuat dari sisi produksi pangan. Salah satu program unggulan yang saat ini terus didorong adalah Gerakan Tanam Cabai Serempak yang melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah Kota Cimahi.

Tita menjelaskan, cabai menjadi salah satu komoditas yang sering memberikan kontribusi terhadap kenaikan inflasi daerah. Oleh karena itu, peningkatan produksi cabai di tingkat rumah tangga dan kelompok tani dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga pasokan dan menekan gejolak harga.

“Salah satu program andalan yang kami galakkan adalah Gerakan Tanam Cabai Serempak yang bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani di berbagai wilayah. Kami berharap peningkatan produksi cabai dapat membantu menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang,” katanya.

Selain memperkuat produksi lokal, Pemerintah Kota Cimahi juga aktif mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan harga dan pasokan pangan secara berkala serta merumuskan langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi atau kenaikan harga.

“Koordinasi lintas sektor menjadi sangat penting agar setiap persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditangani secara cepat dan tepat,” jelas Tita.

Ia menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang dijalankan merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya di sektor pangan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana pemerintah mampu menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan upaya yang berkelanjutan, kami berharap dapat melindungi daya beli warga sekaligus menciptakan iklim ekonomi yang lebih kondusif di Kota Cimahi,” tegasnya.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Cimahi optimistis mampu menjaga kestabilan harga pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *