Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi tidak lagi ingin pendidikan berjalan biasa-biasa saja. Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang Sekolah Dasar tahun 2026 dijadikan instrumen serius untuk membentuk generasi yang tangguh, kompetitif, dan berkarakter kuat sejak dini.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, secara tegas menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia tidak akan lahir dari zona nyaman. Menurutnya, hanya melalui kompetisi yang terarah dan pembinaan yang konsisten, karakter unggul dapat dibentuk.
Hal itu disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) OSN SD Tingkat Kota Cimahi Tahun 2026 di Gedung PKG Kecamatan Cimahi Tengah, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut diikuti guru dan tenaga pendidik dari sekolah negeri maupun swasta sebagai bagian dari strategi terstruktur menghadapi OSN.
“Ini bukan agenda seremonial. Ini bagian dari proses panjang mencetak anak yang unggul, dan itu jelas bukan hal yang ringan,” tegas Ngatiyana.
Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak cukup hanya dengan penguasaan materi. Transfer ilmu harus berlangsung dalam suasana kelas yang sehat, disiplin, dan kondusif agar benar-benar membentuk cara berpikir siswa.
Menurutnya, OSN bukan sekadar lomba akademik, tetapi wahana pembentukan mental. Melalui kompetisi, siswa dilatih menghadapi tekanan, mengelola disiplin pribadi dan kelompok, serta memahami nilai sportivitas.
“Disiplin pribadi, disiplin kelompok, hingga disiplin organisasi harus mulai dibangun. Itu yang akan membentuk mereka,” ujarnya.
Ngatiyana juga mengingatkan bahwa peran guru sangat menentukan. Guru bukan hanya pengajar, melainkan pembentuk karakter. Ia meminta para pendidik memastikan siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga menikmati proses belajar.
“Sebagai tenaga pendidik, kita harus memastikan anak-anak benar-benar memahami dan menikmati setiap proses pembelajaran,” katanya.
Pemkot Cimahi menargetkan pembinaan OSN dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya menjelang lomba. Capaian tahun 2025, ketika satu siswa SD Tridaya Tunas Bangsa mewakili Jawa Barat di OSN tingkat nasional mata pelajaran IPS, disebut sebagai bukti potensi yang dimiliki Kota Cimahi.
“Prestasi itu membanggakan, tetapi tidak boleh membuat kita puas. Tahun ini kita harus bekerja lebih keras,” tandas Ngatiyana.
Ia menegaskan, visi jangka panjang Cimahi adalah menjadi kota cendekiawan dan akademisi. Pendidikan, menurutnya, merupakan fondasi utama untuk mewujudkan hal tersebut.
Momentum OSN SD 2026 pun diposisikan sebagai tolok ukur keseriusan daerah dalam membangun SDM yang berdaya saing tinggi. Bagi Pemkot Cimahi, kompetisi bukan sekadar ajang meraih medali, melainkan investasi karakter untuk masa depan kota dan bangsa. (Gani Abdul Rahman)





