Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi kembali menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk menghadirkan karya yang bermakna.
Peringatan Hari Tari Sedunia yang digelar di Taman Working Space Pemkot Cimahi, Rabu (29/4/2026), berlangsung semarak dengan balutan nuansa budaya yang kuat dan penuh semangat kolaborasi.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya BJB, DKKC, HPI, serta turut disiarkan oleh stasiun televisi lokal AK TV.
Yang menjadi sorotan, seluruh rangkaian acara digelar tanpa dukungan anggaran khusus. Namun demikian, kondisi tersebut justru melahirkan kekuatan kolektif yang mengedepankan kreativitas, solidaritas, dan kecintaan terhadap seni budaya.
Puluhan peserta dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampil memukau, menyuguhkan ragam pertunjukan tari. Mulai dari tarian tradisional yang sarat nilai kearifan lokal hingga kreasi kontemporer yang dinamis dan inovatif, seluruh penampilan menghadirkan harmoni yang memikat di panggung terbuka.
Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Dany Bastian, menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana tanpa dukungan anggaran. Ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap seni budaya masih sangat kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, peringatan Hari Tari Sedunia tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan ruang ekspresi yang memberi kesempatan bagi aparatur pemerintah untuk menampilkan sisi kreatif mereka. Keterlibatan aktif seluruh OPD dinilai menjadi elemen penting yang memperkaya jalannya acara.
Antusiasme peserta dan penonton tampak konsisten sepanjang kegiatan. Riuh tepuk tangan dan sorak apresiatif mengiringi setiap penampilan, menciptakan atmosfer hangat yang mempererat kebersamaan di lingkungan Pemkot Cimahi.
Melalui momentum ini, Disbudparpora berharap seni tari tidak hanya diperingati secara simbolik, tetapi terus dilestarikan sebagai bagian integral dari kehidupan masyarakat, termasuk di lingkungan birokrasi.
Cimahi pun kembali menegaskan identitasnya sebagai kota yang adaptif dan kreatif. Di tengah keterbatasan, justru tumbuh energi kolaboratif yang mampu melahirkan karya-karya bernilai dan berdaya saing. (Gani Abdul Rahman)





