Menegangkan!!! Warga Kelurahan Cigugur Tangah Diguncang Kepanikan Sesar Lembang

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Kota Cimahi kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Pada Sabtu siang, 27/09/2025, simulasi bencana gempa digelar di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, sebagai bagian dari upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengasah respons dan mitigasi bencana.

Simulasi ini berlangsung di area Rusunawa Kelurahan Cigugur Tengah, yang menggambarkan skenario gempa dengan 7 magnitudo signifikan yang berpotensi mengguncang kawasan pemukiman padat penduduk dan bangunan bertingkat.

Dalam latihan tersebut, berbagai protokol evakuasi diterapkan, termasuk penyelamatan korban dari lantai atas gedung serta penanganan medis darurat.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa Sesar Lembang, yang membentang sepanjang 29 kilometer dari Kabupaten Bandung hingga Bandung Barat, merupakan ancaman nyata yang harus diantisipasi. “Kota Cimahi termasuk wilayah dengan risiko dampak bencana yang cukup besar, berpotensi mencapai magnitudo 7. Kesiapsiagaan harus menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.

Simulasi ini sekaligus menjadi ajang evaluasi teknis, terutama dalam hal koordinasi antarinstansi, kecepatan evakuasi, serta pemasangan fasilitas darurat seperti tenda pengungsian. “Ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, termasuk percepatan penyelamatan korban di lokasi sulit dan koordinasi antara relawan serta dinas terkait,” tambah Adhitia.

Pentingnya kesiapan ini juga diperkuat oleh kondisi infrastruktur di Cimahi yang banyak terdiri dari bangunan lama dan belum sepenuhnya memenuhi standar tahan gempa. “Belum lama ini, kami mengalami kasus ambruknya rumah yang menyebabkan korban jiwa. Hal ini menjadi pengingat bahwa struktur bangunan harus diperhatikan serius dalam upaya mitigasi bencana,” kata Adhitia.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah Kota Cimahi akan memperluas sosialisasi mitigasi bencana melalui berbagai media, termasuk film edukasi, agar informasi dapat tersampaikan luas ke seluruh lapisan masyarakat.

Simulasi kesiapsiagaan ini menunjukkan bahwa walaupun masih ada kekurangan, komitmen pemerintah dan masyarakat Cimahi untuk meningkatkan mitigasi risiko gempa sangat tinggi.

Sebagai upaya bersama, diharapkan potensi kerugian dan korban jiwa dapat diminimalisir ketika bencana sesungguhnya terjadi. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *