Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi secara resmi meluncurkan Gerakan Aksi Bergizi dalam rangkaian Deklarasi Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Pondok Pesantren Baitul Anshor, Selasa (23/9/2025). Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari santri husada, santriwan-santriwati, serta warga pesantren.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang hadir langsung dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa keberadaan Poskestren merupakan langkah strategis dalam memperkuat peran pesantren sebagai pilar moral sekaligus pusat pengembangan intelektual bangsa.
Menurutnya, kualitas lembaga pesantren tidak hanya ditentukan oleh aspek pendidikan, namun juga harus didukung dengan layanan kesehatan yang memadai.
“Poskestren ini adalah bentuk nyata pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di lingkungan pesantren. Prinsipnya, dari, oleh, dan untuk warga pesantren sendiri. Fokusnya promotif dan preventif, tanpa meninggalkan layanan kuratif dan rehabilitatif,” ujar Ngatiyana saat ditemui di sela-sela acara, Rabu, 24/09/2025.
Pondok Pesantren Baitul Anshor dipilih sebagai model percontohan Poskestren melalui tahapan panjang mulai dari advokasi, sosialisasi, hingga akhirnya deklarasi. Ke depan, Poskestren ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan santri secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan bahwa para santri tumbuh dalam lingkungan yang sehat secara jasmani, rohani, dan intelektual. Poskestren harus jadi pusat informasi, edukasi, sekaligus aksi nyata untuk membiasakan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren,” tambah Wali Kota.
Ia juga menegaskan bahwa program Pesantren Sehat menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan daerah. Selain edukasi gizi dan kebersihan, pemerintah akan terus mendorong replikasi model Poskestren ke pesantren-pesantren lain di Kota Cimahi.
“Insya Allah, program ini akan kita lanjutkan ke pesantren lain. Tujuannya agar seluruh pesantren di Cimahi dapat menerapkan pola hidup sehat dan bersih sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, termasuk mengelola sampah dengan baik demi mendukung kesehatan warga pesantren.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Reri Marliah, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemandirian warga pesantren dalam menerapkan perilaku hidup sehat.
“Fokus kami adalah meningkatkan literasi tentang pentingnya konsumsi gizi seimbang, tablet tambah darah, serta aktivitas fisik secara rutin. Selain itu, kami ingin memperkuat kolaborasi antara sektor pusat dan daerah dalam penyelenggaraan program Pesantren Sehat dan Aksi Bergizi,” jelas Reri.
Kegiatan ini mendapat dukungan luas dari berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Puskesmas Cibeureum, serta lintas perangkat daerah lainnya. Bantuan yang diberikan antara lain berupa alat kesehatan, tempat sampah, tanaman obat keluarga, tanaman hias, dan pendampingan teknis.
Deklarasi ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Agama tingkat provinsi dan kota, Forkopimda Kota Cimahi, serta jajaran perangkat daerah lainnya. Hadir pula Ketua TP PKK Kota Cimahi, para camat, lurah, pengurus pesantren, serta para santri dan santriwati Baitul Anshor.
Dengan deklarasi ini, Pemkot Cimahi berharap munculnya Poskestren tidak hanya sebagai fasilitas fisik semata, tetapi juga menjadi motor penggerak budaya hidup sehat di lingkungan pesantren.
“Mari kita jadikan Poskestren sebagai bagian dari gerakan bersama. Saya yakin, jika semua elemen bergerak bersama, kita akan mampu melahirkan generasi santri yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi,” pungkas Wali Kota Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)





