Teropong Indonesia,KOTA SUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, , menghadiri kegiatan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dirangkaikan dengan Program Kawasan Sehat di Kampung Ciseureuh, RW 05, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Selasa (5/5/2026). Kegiatan ini sekaligus menandai peresmian rumah sehat ke-50 di Kota Sukabumi.
RW 05 Ciseureuh menjadi sorotan sebagai wilayah percontohan dalam penerapan program kawasan sehat berbasis masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas konsistensi program yang dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi warga.
Ia menegaskan, kolaborasi antara Pemerintah Kota Sukabumi dan terus diperkuat, mulai dari pembangunan sanitasi sehat hingga penanganan penyakit seperti tuberkulosis (TBC).
“Jika dilakukan secara konsisten, dalam 10 tahun ke depan Kota Sukabumi bisa bebas dari kemiskinan, kawasan kumuh, dan stunting,” ujarnya.
Ayep juga menambahkan, sejak 2025 Kota Sukabumi telah mencanangkan diri sebagai Kota Wakaf dengan dukungan lembaga wakaf produktif. Implementasinya antara lain melalui program pinjaman tanpa bunga serta beasiswa bagi siswa sekolah dasar yang kini telah menjangkau 72 penerima manfaat.
Sementara itu, menjelaskan bahwa Program Kawasan Sehat merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa.
Program ini berfokus pada tujuh indikator utama, meliputi kesehatan ibu dan anak, penanganan stunting, penyakit tidak menular, TBC, sanitasi, lingkungan produktif, serta kesehatan mental dan spiritual.
Sejak diluncurkan pada November 2024, program ini telah memberikan 3.711 layanan kesehatan kepada 794 penerima manfaat. Hasilnya, sebanyak 25 dari 50 ibu hamil dengan masalah gizi menunjukkan perbaikan, serta 46 balita berhasil mencapai status gizi normal.
Menurut Iwan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa intervensi yang terarah dan berkelanjutan mampu mendorong perubahan signifikan. Ia juga menekankan pentingnya peran kader serta kolaborasi lintas sektor dalam keberhasilan program.
“Dari RW 05 Karang Tengah, kita buktikan perubahan besar bisa dimulai dari wilayah kecil dengan kolaborasi yang kuat,” pungkasnya.
Program ini dinilai berpotensi direplikasi di wilayah lain sebagai model pembangunan kesehatan berbasis masyarakat, sekaligus memperkuat gerakan berkelanjutan di tingkat daerah. (fal)





