Dua Siswi MAN 1 Kota Sukabumi Wakili Jawa Barat Dalam Lomba Madrasah Young Researchers Tahun 2024 Tingkat Nasional

TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Dua orang siswa Madrasah Aliyyah Negeri (MAN) 1 Kota Sukabumi, Nurisma Aulina dan Arfi Aulia mengikuti kompetisi Myres (Madrasah Young Researchers) Tahun 2024 sebagai wakil Propinsi Jawa Barat ditingkat nasional yang akan digelar Kementerian Agama, di Ternate – Maluku.

Dalam lomba tersebut keduanya akan mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Pengembangan Polimer Super-Absorden dari Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Penyerap Polutan pada Teknologi Air Purifier”.

Menurut Guru Pembimbingnya, Viqhi Aswie, ST., MT, dipilihnya materi tersebut dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kondisi udara di tanah air saat ini, yang menurutnya sedang tidak baik – baik saja.

“Kondisi udara saat inikan sedang bermasalah, maka kita tawarkan solusi bagaimana menyerap polutan yang jadi penyebab buruknya kualitas udara, agar udara jadi bersih,” jelasnya.

Selama ini, lanjutnya, dalam menyerap polutan yang terkandung di udara itu masih menggunakan absorban berbasis sintetis.

“Nah, anak – anak ingin menawarkan penyerap udara dengan berbahan dasar alam, yaitu dari Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS),” tambahnya.

Untuk menghadapi lomba tersebut, saat ini pihaknya tengah fokus melakukan penelitian tentang sejauh mana absorban TKKS ini mampu menyerap polutan, sekaligus mempersiapkan artikel yang akan disampaikan nanti.

“Disamping mempersiapkan artikel laporannya, anak – anak juga terus berlatih bagaimana cara mempresentasikannya dihadapan tim penilai,” tambahnya.

Diungkapkan, keikursertaan Nurisma Aulina dan Arfi Aulia dalam lomba tersebut harus bersaing ketat dengan ribuan proposal yang diajukan para peserta lainnya ke KSKK Kementerian Agama yang dibagi dalam 3 bidang, antara lain Bidang Matematika dan Penerapan Sains Teknologi, Ilmu Sosial serta Ilmu Keagamaan.

“Proposal yang masuk ke KKSK Kementerian Agama jumlahnya mencapai 8.000 proposal, kemudian diseleksi hingga terpilih 120 proposal terbaik, selanjutnya peserta yang masuk dalam 120 besar tersebut diwajibkan mempresentasikan hasil penelitiannya melalui zoom meeting, hingga akhirnya terpilih 30 terbaik yang berhak mengikuti Myres tingkat nasional, dan anak – anak kami ini masuk ke Bidang Matematika dan Penerapan Sains Teknologi,” tandasnya.

Untuk diketahui, Myres merupakan lomba karya tulis ilmiah siswa madrasah berbasis riset bagi siswa MTs dan MA yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.(Rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *