TEROPONG INDONESIA,KBB– Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Dinas Pendidikan memastikan tiga ruang kelas di SMPN 2 Ngamprah akan segera direhabilitasi. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut hasil monitoring terhadap kondisi sarana dan prasarana sekolah.
Plt.Kepala Dinas Pendidikan KBB Edy Syafrudin kembali mendatangi SMPN 2 Ngamprah untuk melihat langsung tindak lanjut sejumlah persoalan yang sebelumnya disampaikan pihak sekolah.
Dalam monitoring tersebut, beberapa perbaikan telah dilakukan. Salah satunya penggantian papan tulis yang sebelumnya dinilai perlu diperbaiki.
“Yang pertama terkait papan tulis, kemarin kepala sekolah menyampaikan akan segera diganti. Hari ini alhamdulillah sudah diganti,” ujar Edy saat melakukan monitoring.
Selain itu, pihak sekolah juga mulai menindaklanjuti kondisi kamar mandi atau MCK. Sejumlah toilet telah dilakukan pengukuran untuk pemasangan pintu baru.
“Untuk MCK, hari ini sudah diukur beberapa toilet. Ini mungkin membutuhkan proses dan dalam beberapa hari diharapkan pemasangan pintu kamar mandi sudah selesai,” katanya.
Namun, dari hasil monitoring, persoalan kebersihan lingkungan sekolah masih menjadi catatan.Edy meminta pihak sekolah segera melakukan pembenahan dan memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dalam waktu dekat.
Hal tersebut menjadi perhatian karena SMPN 2 Ngamprah sebelumnya pernah meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.
Selain fasilitas ringan,ada sejumlah sarana sekolah yang mengalami kerusakan. Perbaikan ringan dapat dilakukan melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya anggaran pemeliharaan.
“Di sekolah ada anggaran BOS untuk pemeliharaan, maksimal 20 persen bisa digunakan untuk pemeliharaan. Contohnya ada benteng yang rusak, itu bisa menggunakan anggaran pemeliharaan dari BOS,” jelasnya.
Meski demikian, dana BOS tidak dapat digunakan untuk menangani kerusakan berat yang membutuhkan biaya rehabilitasi besar. Untuk itu, pemerintah daerah mengambil tanggung jawab melalui anggaran daerah.
“Pak Bupati Bandung Barat memerintahkan kepada kami, Dinas Pendidikan, untuk merehab tiga ruang kelas yang ada di SMP 2 Ngamprah,” ujarnya.
Tiga ruang kelas tersebut rencananya direhabilitasi menggunakan APBD Kabupaten Bandung Barat tahun 2026. Pelaksanaan ditargetkan paling lambat melalui anggaran perubahan.
Menurut Edy,Dinas Pendidikan juga akan berkoordinasi dengan pimpinan terkait kemungkinan penggunaan Belanja Tidak Terduga (BTT), apabila mekanisme tersebut memungkinkan.
“Kami akan koordinasi dengan pimpinan. Kalau bisa menggunakan anggaran BTT, mungkin akan kita gunakan. Namun kalau tidak bisa, ada anggaran perubahan yang akan kita anggarkan untuk rehabilitasi ruang kelas di SMP 2 Ngamprah,” katanya.
Berdasarkan hasil pengecekan, kondisi sejumlah ruang kelas disebut mengalami kerusakan sedang. Kerusakan antara lain terlihat pada bagian plafon dan lantai.
Dinas Pendidikan menyebut perbaikan sekolah selama ini dilakukan secara bertahap. Pada 2024, misalnya, telah dilakukan rehabilitasi terhadap dua ruang kelas, sementara pada tahun sebelumnya juga terdapat rehabilitasi satu ruang kelas.
“Memang kita perbaiki secara bertahap. Ketika satu bagian diperbaiki, pada tahun berikutnya bagian lain mengalami kerusakan. Jadi intinya akan kita perbaiki secara bertahap,” tuturnya.
Edy menambahkan selain rehabilitasi melalui APBD, Dinas Pendidikan KBB juga telah mengusulkan revitalisasi SMPN 2 Ngamprah kepada pemerintah pusat. Usulan tersebut mencakup sebanyak 29 ruang kelas.
“Di akhir tahun 2025 kita sudah mengusulkan revitalisasi untuk SMP 2 Ngamprah. Ada 29 ruang kelas yang kita usulkan dan oleh kementerian juga sudah diverifikasi. Saat ini kami tinggal menunggu apakah disetujui atau tidak,” katanya.
Edy berharap usulan revitalisasi tersebut mendapat persetujuan sehingga penanganan sarana dan prasarana SMPN 2 Ngamprah dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Pihaknya menegaskan, pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap kondisi fasilitas pendidikan. Perbaikan akan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan dan kemampuan anggaran, dengan tetap mengutamakan keamanan serta kenyamanan siswa dalam proses belajar mengajar.Pungkasnya.*





