Wali Kota Cimahi Launching PPM 2026, Pembangunan Berbasis Usulan Warga Dimulai Serentak

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun 2026 yang dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kota Cimahi. Peluncuran program tersebut dilakukan di RW 23 Brigif, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Selasa (9/6/2026).

Ngatiyana menegaskan, PPM merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kota Cimahi yang bertujuan mendorong percepatan pembangunan lingkungan berbasis kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah program ini dilaksanakan secara bersama-sama dan serentak untuk pembangunan melalui Program Pemberdayaan Masyarakat yang ada di Kota Cimahi. Diperkirakan pelaksanaan kegiatan berlangsung sekitar satu bulan,” ujar Ngatiyana.

Menurutnya, PPM 2026 mengedepankan konsep pembangunan dari bawah atau bottom-up planning, di mana masyarakat menjadi pihak yang mengusulkan kebutuhan pembangunan di lingkungannya masing-masing.

Usulan kegiatan berasal dari tingkat RT, RW, hingga tokoh masyarakat yang memahami kondisi wilayah secara langsung. Sementara Pemerintah Kota Cimahi menyiapkan anggaran untuk merealisasikan usulan yang telah disepakati.

Dengan mekanisme tersebut, Ngatiyana berharap pembangunan yang dilaksanakan benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang optimal.

“Kegiatan ini berasal dari usulan masyarakat. Pemerintah menyiapkan anggarannya sehingga pembangunan yang dilaksanakan benar-benar tepat sasaran sesuai kebutuhan warga,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh kelompok masyarakat (Pokmas) yang menjadi pelaksana kegiatan untuk mengutamakan kualitas pekerjaan dibanding sekadar mengejar penyelesaian proyek.

“Kualitas pekerjaan adalah yang utama. Diharapkan seluruh kegiatan tepat sasaran dan hasil pembangunannya memiliki kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” tegasnya.

Program PPM selama ini menjadi salah satu instrumen pembangunan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan lingkungan di Kota Cimahi. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *