Ragam  

PDAM Kota Sukabumi Gandeng Pihak Ketiga Produksi Air Demineral TBW, Targetkan Tambah PAD

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Sukabumi mulai mengembangkan produk air minum dalam kemasan jenis demineral dengan merek Tirta Bumi Wibawa (TBW). Dalam proses produksinya, PDM saat ini masih menggandeng pihak ketiga melalui skema kerja sama maklon.

Hal tersebut disampaikan oleh Devi Supriyadi dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan PDM Kota Sukabumi. Ia menjelaskan bahwa kerja sama dilakukan dengan PT Tirta Guna Mandiri sebagai pihak yang mendistribusikan produk.

“Untuk sementara ini, PDM Kota Sukabumi bekerja sama dengan pihak ketiga, di mana proses produksinya dilakukan secara maklon. Ini juga sudah diterapkan di beberapa PDAM di Jawa Barat berdasarkan hasil kajian dari tim penelitian dan pengembangan,” ujar Devi.

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena PDAM Kota Sukabumi belum memungkinkan untuk memproduksi secara mandiri. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama, terutama jika harus membangun pabrik sendiri.
“Sumber air kita seperti di Cinumpang dan

Batu Karut sebenarnya ada, namun untuk produksi mandiri masih terkendala biaya yang cukup besar. Oleh karena itu, sementara ini kita bekerja sama dengan pihak ketiga,” jelasnya.

Dalam kerja sama tersebut, PDAM hanya membeli produk jadi dengan merek yang diajukan sendiri, yakni TBW (Tirta Bumi Wibawa). Produk yang dihasilkan berupa air demineral dalam kemasan.

“Kerja samanya kita membeli produk, tapi menggunakan merek kita sendiri. Saat ini kemasan yang tersedia masih ukuran kecil, sekitar 200 mililiter,” tambahnya.

Devi menegaskan bahwa kerja sama tersebut memiliki dasar hukum yang jelas dan bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ke depan, PDM juga berencana mengembangkan pasar, tidak hanya untuk masyarakat umum, tetapi juga menyasar instansi pemerintah, hotel, hingga ritel modern.

“Harapannya ke depan bisa masuk ke minimarket, hotel, cafe dan berbagai segmen pasar lainnya. Seiring dengan itu, variasi kemasan juga akan ditambah sesuai kebutuhan pasar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa PDAM memiliki rencana jangka panjang untuk memproduksi air minum secara mandiri, termasuk mengurus berbagai perizinan seperti izin edar, BPOM, dan SNI. Namun, realisasi tersebut masih menunggu kesiapan anggaran.

“Kalau ke depan modal sudah kuat, tentu tidak menutup kemungkinan kita membangun pabrik sendiri,” ungkapnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *