Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wali Kota Ayep Zaki dan Wakil Wali Kota Bobby Maulana resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Memasuki satu tahun masa jabatan pada Februari 2026, berbagai capaian pembangunan serta respons masyarakat terhadap kinerja kepemimpinan mereka mulai terlihat.
Berdasarkan rangkuman dari berbagai sumber, pemerintahan Ayep–Bobby memfokuskan program awal pada percepatan pembangunan infrastruktur, efisiensi birokrasi, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data.
Prestasi Utama Tahun Pertama
Selama tahun pertama kepemimpinan, Ayep Zaki dan Bobby Maulana menunjukkan langkah cepat dalam menanggapi persoalan mendasar kota, khususnya pada sektor infrastruktur.
Perbaikan jalan dan fasilitas umum yang sebelumnya rusak dilakukan melalui program gerak cepat, sehingga mendapat apresiasi langsung dari warga di sejumlah wilayah.
Dalam program 100 Hari Kerja, pasangan ini berhasil merealisasikan 14 capaian kinerja utama, termasuk program yang menyentuh masyarakat ekonomi lemah. Fokus kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya menghadirkan pemerintahan yang responsif dan pro-rakyat.
Selain itu, Wakil Wali Kota Bobby Maulana mendorong implementasi program Open Data Kota Sukabumi, dengan menekankan pentingnya statistik sektoral sebagai dasar penyusunan kebijakan publik. Digitalisasi data diharapkan mampu meningkatkan transparansi serta akurasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Pada awal tahun 2026, Pemerintah Kota Sukabumi juga menetapkan target ambisius Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp535 miliar sebagai sumber pembiayaan pembangunan kota. Target tersebut disertai dengan dorongan kepada sektor usaha agar meningkatkan kepatuhan pajak.
Sebelum genap satu tahun masa jabatan, kepemimpinan Ayep–Bobby turut memperoleh penghargaan Sukabumi Award 2024 sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi mereka bagi daerah.
Kepuasan dan Respons Masyarakat
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah kota menunjukkan dinamika yang beragam.
Berdasarkan hasil poling media sosial lokal pada Juni 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja 100 hari pertama Ayep–Bobby tercatat di angka 27 persen.
Meski demikian, apresiasi sektoral tetap terlihat, khususnya pada program perbaikan jalan dan infrastruktur publik yang selama ini dinilai terbengkalai. Sejumlah warga menyampaikan bahwa perubahan fisik kota mulai terasa, meskipun masih diperlukan pemerataan di berbagai wilayah.
Upaya pemerintah kota dalam menjaga komunikasi dengan masyarakat juga ditunjukkan melalui kehadiran rutin dalam forum-forum publik, termasuk Forum Konsultasi Publik RKPD pada Februari 2026. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam menyusun rencana pembangunan ke depan.
Fokus Kebijakan ke Depan
Memasuki tahun kedua masa jabatan, pemerintah kota di bawah kepemimpinan Ayep Zaki dan Bobby Maulana mulai menekankan kebijakan pada penguatan kepatuhan pajak serta pembangunan berkelanjutan.
Pemerintah juga memperkenalkan penggunaan maket pembangunan sebagai sarana visualisasi rencana tata kota, agar masyarakat dapat memahami secara nyata arah pembangunan Kota Sukabumi di masa mendatang.
Dengan berbagai capaian dan tantangan yang ada, satu tahun kepemimpinan Ayep–Bobby menjadi fase awal konsolidasi pemerintahan. Tingkat kepuasan masyarakat diharapkan terus meningkat seiring berjalannya program pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. (fal)





