Diklaim Efektif, DLH Cimahi Jadikan Maggot Solusi Alternatif Tangani Kurangi Sampah Organik

TEROPONG INDONESIA – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah organik dengan pemanfaatan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF).

DLH mengklaim upaya tersebut efektif mengurangi volume sampah rumah tangga sekaligus mendukung program pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun Perjanjian Kinerja (PSLB3 PK) pada DLH Kota Cimahi, Arman dalam kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik berbasis maggot yang digelar di RW 25 Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Minggu 29 Juni 2025.

“Jadi metode ini telah terbukti memberi hasil signifikan dalam pengurangan sampah organik,” kata Arman.

Arman menjelaskan, pemanfaatan maggot sebagai agen pengurai sampah organik mampu mengurangi hingga 60-70% volume sampah rumah tangga dalam waktu singkat.

“Ini menjadi salah satu solusi konkret dalam mengatasi permasalahan sampah di Cimahi, khususnya jenis organik yang selama ini mendominasi,” sambungnya.

Menurutnya, larva maggot tidak hanya efektif mengurai sampah, tapi juga memiliki nilai ekonomi karena bisa dijadikan pakan ternak berprotein tinggi.

“Selain ramah lingkungan, budidaya maggot memberikan peluang ekonomi baru bagi masyarakat karena hasilnya bisa dijual sebagai pakan unggas atau ikan,” katanya.

“Ini sejalan dengan visi Kota Cimahi sebagai kota yang berwawasan lingkungan dan berdaya saing,” imbuhnya.

Program ini telah diterapkan secara bertahap di beberapa RW di Cimahi dengan dukungan penuh dari kader lingkungan, bank sampah, serta kelompok masyarakat peduli lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup Cimahi juga menargetkan peningkatan partisipasi warga dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga agar lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Kami mendorong kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat agar kesadaran akan pengelolaan sampah terus tumbuh. Maggot bukan hanya soal penguraian sampah, tapi juga tentang membentuk ekosistem yang sehat dan produktif,” katanya.

Dengan dukungan berkelanjutan, tambah Arman, Pemkot Cimahi optimistis metode pengolahan sampah dengan maggot dapat menjadi role model bagi daerah lain.

“Tentunya dalam upaya menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan,” ujarnya. (Gani Abdul Rahman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *