TEROPONG INDONESIA – Layanan Pengukuran Terjadwal kini telah tersedia di 462 Kantor Pertanahan se-Indonesia. Sistem baru ini memangkas alur kerja menjadi lebih sederhana dan menetapkan waktu tunggu pengukuran paling lama tujuh hari serta penyelesaian Peta Bidang Tanah maksimal lima hari setelah pengukuran selesai.
Direktur Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang Virgo Eresta Jaya menjelaskan perubahan terbesar terletak pada penyederhanaan alur kerja yang dulu melalui beberapa tahapan kini cukup ditangani langsung oleh petugas ukur yang sekaligus menyusun peta.
Masyarakat juga diberi keleluasaan memilih jadwal pengukuran sesuai ketersediaan waktu mereka.
“Dari transformasi layanan Pengukuran Terjadwal itu tentunya banyak perubahan terjadi baik dari segi internal BPN seperti petugas ukur kami hingga para masyarakat dalam hal ini pemohon ya agar masyarakat juga siap dengan berkas yang harus lengkap,” ujar Virgo di Jakarta Senin 12 Oktober 2026.
Perubahan lain yang juga ditekankan adalah kesiapan pemohon sebelum jadwal pengukuran. Masyarakat diminta memastikan batas tanah sudah jelas dan bebas sengketa. Hal ini tertuang dalam surat pernyataan yang dijelaskan petugas loket saat penyetoran berkas. Jika saat pengukuran ditemukan masalah batas atau status lahan berkas akan dikembalikan agar diselesaikan terlebih dahulu.
“Kita juga berusaha edukasi pemohon. Kita sediakan surat pernyataan yang akan dijelaskan kepada petugas loket. Kalau misal petugas ukur kita datang kemudian ternyata tetangganya tidak setuju dengan batasnya kita tutup ya berkasnya,” jelas Virgo.
Petugas loket kini berperan lebih dari sekadar menerima berkas. Mereka wajib menjelaskan syarat kesiapan sehingga pemohon dapat menilai kelayakan pengajuannya sejak awal. Langkah ini dinilai efektif mengurangi penumpukan berkas yang belum siap diproses.
“Petugas loket harus membacakan atau menjelaskan surat pernyataan tadi. Supaya pemohon itu sadar. Jadi banyak orang yang biasanya berkas belum lengkap lapangan belum siap lalu dimasukkan. Itu bakal jadi tunggakan. Nah sekarang banyak yang berusaha melengkapi dulu setelah dijelaskan,” pungkasnya.





