Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Ketua TP-PKK Kota Sukabumi, Ranty Rachmatilah, mengukuhkan Ketua TP-PKK Kecamatan Warudoyong dan Kecamatan Lembursitu masa bakti 2026–2031 di Kantor TP-PKK Kota Sukabumi, Rabu (12/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi TP-PKK sekaligus memperkuat peran pemberdayaan keluarga dan masyarakat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dalam prosesi tersebut, Yeni Mariyani dikukuhkan sebagai Ketua TP-PKK Kecamatan Warudoyong, sementara Siti Khomsanah dipercaya memimpin TP-PKK Kecamatan Lembursitu.
Keduanya menyatakan kesanggupan untuk menjalankan amanah dan meningkatkan peran TP-PKK dalam mendukung pemberdayaan masyarakat di wilayah masing-masing.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur kecamatan dan kelurahan, para camat, sekretaris camat, jajaran TP-PKK kecamatan dan kelurahan, serta pengurus dan kader TP-PKK Kota Sukabumi.
Dalam arahannya, Ranty meminta seluruh kader PKK mampu beradaptasi dengan kondisi pemerintahan saat ini, termasuk menghadapi keterbatasan anggaran.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan berhentinya gerakan PKK. Justru, kondisi tersebut harus mendorong kader untuk lebih kreatif dalam mengelola potensi dan sumber daya yang ada.
“Dana boleh terbatas, tetapi gerakan tidak boleh mati,” tegas Ranty.
Ia juga meminta setiap persoalan yang muncul di lapangan diselesaikan melalui komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, kader tidak perlu saling menyalahkan, tetapi harus mencari solusi bersama sesuai kondisi dan potensi masing-masing wilayah.
Ranty menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam menjalankan program PKK. Ia ingin PKK tidak dipandang sebagai organisasi yang hanya bergerak ketika memiliki anggaran atau menggelar kegiatan seremonial.
“Mari kita ubah paradigma bahwa PKK adalah gerakan, bukan proyek. Ketika uang tidak ada, bukan berarti program berhenti. Kita harus memutar otak bagaimana program tetap berjalan,” katanya.
Ranty mendorong kader untuk mengubah pola kerja dari sekadar mengejar kegiatan menjadi membangun kebiasaan yang dilakukan secara konsisten di tengah masyarakat.
Sepuluh Program Pokok PKK, kata dia, tetap dapat dijalankan melalui langkah-langkah sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Ubah acara menjadi kebiasaan. Tidak harus selalu ada kegiatan besar. Yang penting gerakannya ada dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.
Ia pun membuka ruang kolaborasi antara TP-PKK dengan perangkat daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, komunitas, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai pihak lainnya yang memiliki potensi mendukung program pemberdayaan keluarga.
Dengan pola kolaborasi tersebut, satu kegiatan diharapkan tidak hanya menghasilkan satu manfaat, tetapi dapat dirancang untuk menjawab sejumlah kebutuhan masyarakat sekaligus.
Ranty menegaskan, kekuatan utama PKK bukan semata-mata pada besarnya anggaran, melainkan pada konsistensi kader dalam bergerak, berkomunikasi, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. (fal)





