Entry Meeting PPS PPM Digelar, Ngatiyana Tegaskan Penanganan Banjir Jadi Prioritas Utama

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Wali Kota Ngatiyana membuka kegiatan Entry Meeting Pengamanan Proyek Strategis Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) tingkat Kecamatan Cimahi Utara, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal menyelaraskan rencana pembangunan agar berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Ngatiyana menjelaskan bahwa entry meeting digelar untuk membahas rencana pelaksanaan PPM di wilayah Kecamatan Cimahi Utara. Melalui pemaparan materi dan koordinasi awal, pemerintah ingin memastikan seluruh tahapan program berjalan tertib secara administrasi serta sesuai ketentuan yang berlaku.

“Tujuannya agar dalam pelaksanaan tidak terjadi pelanggaran yang berarti. Program PPM ini memang didesain agar pembangunan berjalan cepat, efektif, dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Ngatiyana.

Ia menegaskan, PPM merupakan salah satu program strategis daerah. Pemerintah Kota Cimahi telah menetapkan 16 program strategis pembangunan pada tahun 2026 yang seluruhnya akan mendapat pengawasan dan pendampingan dari Kejaksaan Negeri Cimahi.

Menurut Ngatiyana, pengawasan dan pendampingan menjadi hal penting agar setiap program berjalan sesuai aturan, terhindar dari penyimpangan, serta menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kecamatan, dan aparat penegak hukum menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan pembangunan.

Dalam kesempatan itu, Ngatiyana juga menegaskan bahwa penanganan banjir menjadi prioritas utama Pemerintah Kota Cimahi sebelum menjalankan pembangunan lainnya.

“Kita ingin ada penyelesaian banjir. Jangan sampai terjadi lagi di wilayah tertentu. Setelah itu baru pembangunan lain dijalankan sesuai prioritas,” tegasnya.

Selain itu, ia mengingatkan agar pembangunan melalui skema PPM tidak tumpang tindih dengan program reguler, khususnya pada sektor drainase. Menurutnya, koordinasi lintas sektor sangat diperlukan agar pekerjaan infrastruktur dapat berjalan efektif, tidak saling berbenturan, dan mudah diawasi di lapangan.

Ngatiyana berharap seluruh program pembangunan di Kecamatan Cimahi Utara dapat terlaksana secara optimal melalui pengawasan yang baik dan kerja sama semua pihak, sehingga hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *