Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bekali Santriwati Kemandirian Ekonomi Melalui Rihlah Iqtishodiyah

Para peserta bersama narasumber

TEROPONG INDONESIA- Bogor-, Pesantren Darunnajah 2 Cipining sebagai Lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian santri melalui integrasi kurikulum pesantren dan umum, berlokasi di Jl. Argapura, Cipining, Bogor, Jawa Barat.

Guna mencetak generasi yang mandiri dan memiliki bekal keterampilan hidup yang mumpuni, Pesantren Darunnajah 2 Cipining sukses menyelenggarakan rangkaian acara Pembekalan Rihlah Iqtishodiyah (Rihlah Ekonomi) bagi santriwati kelas 6 TMI (setingkat akhir MA/SMA). Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, yakni Senin–Selasa, 13–14 April 2026 ini, dipusatkan di Aula Pesantren dengan tujuan menanamkan jiwa kewirausahaan serta kemandirian finansial sejak dini bagi para santri.

​Program strategis ini dirancang sebagai fondasi kuat bagi para santri sebelum mereka melangkah ke jenjang pendidikan tinggi maupun terjun langsung ke tengah masyarakat. Dalam upaya memberikan ilmu dunia kerja dan bisnis yang relevan, pihak Pesantren Darunnajah 2 Cipining menghadirkan para pakar dari KOMISI (Komunitas Sales Indonesia) sebagai narasumber utama. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para santri mendapatkan perspektif langsung dari para praktisi profesional di bidang penjualan dan pengembangan bisnis.

​Antusiasme luar biasa tampak dari sekitar 250 santri yang mengikuti jalannya pembekalan. Pada hari pertama, Senin, 13 April 2026, rangkaian materi dibuka oleh Ust. Ahmad Madani, S.H. yang mengulas tentang “Business Model Canvas (BMC) untuk Gen Z”. Materi tersebut mengajak para peserta untuk memetakan rencana bisnis secara modern, kreatif, dan terukur sesuai dengan karakteristik generasi masa kini.

​Memasuki hari kedua, Selasa, 14 April 2026, suasana semakin inspiratif saat Ibu Kartikowati Djoharijah, S.S. dan Inne Mariana, S.P. selaku perwakilan Pengurus KOMISI memaparkan materi bertajuk “Mengubah Ide Kreatif Menjadi Peluang Usaha”. Dalam sesi ini, para narasumber membagikan strategi aplikatif mengenai cara mengubah kreativitas sederhana menjadi sebuah unit usaha yang memiliki nilai jual tinggi.

​Keaktifan para peserta membuat suasana aula terasa hidup. Para santri dinilai sangat cepat dalam menyerap materi teknis serta menunjukkan daya kritis yang baik dalam sesi tanya jawab maupun simulasi penyusunan ide usaha. Pihak pesantren pun menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran pengurus KOMISI yang telah berbagi ilmu praktis, seraya berharap agar bekal ini memotivasi santri untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang bermanfaat bagi umat.

​Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pesantren Darunnajah 2 Cipining kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak profil alumni yang unggul dan seimbang, baik dalam pemahaman agama (tafaqquh fiddin) maupun dalam kesiapan menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *