Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI — Pemerintah Kota Cimahi mulai mengarahkan transformasi ruang publik ke arah yang lebih progresif. Kota Cimahi menyiapkan konsep revitalisasi alun-alun menjadi ruang kreatif terbuka yang aktif, inklusif, dan berorientasi pada kegiatan seni dan budaya.
Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan bahwa alun-alun ke depan tidak lagi sekadar ruang terbuka pasif, melainkan akan difungsikan sebagai pusat aktivitas masyarakat dan panggung ekspresi seniman.
“Kita ingin alun-alun menjadi ruang hidup. Teman-teman seniman bisa tampil, masyarakat datang, ada interaksi dan aktivitas yang terus berjalan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Konsep yang disiapkan disebut terinspirasi dari berbagai kawasan kreatif, mulai dari ruang publik modern hingga pusat hiburan kelas dunia seperti Times Square dan Broadway. Secara nasional, pendekatan serupa juga mengacu pada kawasan kreatif seperti M Bloc Space dan area publik di Taman Mini Indonesia Indah.
Namun, Pemkot menegaskan bahwa konsep tersebut akan disesuaikan dengan karakter lokal Cimahi, dengan menempatkan pelaku seni daerah sebagai aktor utama penggerak aktivitas.
Selain alun-alun, pemerintah juga menyiapkan rencana penataan kawasan GOR Sangkuriang beserta fasilitas pendukungnya. Meski belum menjadi prioritas jangka pendek, kawasan ini tetap masuk dalam agenda pembangunan lima tahun ke depan.
“Pembahasan awal sudah ada. Mudah-mudahan dalam lima tahun ini kita bisa mulai pembenahan Sangkuriang,” kata Adhitia.
Pemkot menargetkan revitalisasi kawasan tersebut dapat direalisasikan secara bertahap hingga 2030, menyesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.
Meski memiliki visi pengembangan ruang publik yang ambisius, Pemkot Cimahi menegaskan tidak mengabaikan persoalan mendasar. Untuk tahun anggaran mendatang, fokus utama tetap diarahkan pada penanganan banjir dan sampah dua isu krusial yang langsung berdampak pada kehidupan warga.
“Untuk tahun depan, kita fokus dulu ke banjir dan sampah. Itu kebutuhan utama masyarakat,” tegasnya.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan di Cimahi diarahkan secara bertahap: menyelesaikan persoalan dasar terlebih dahulu, sembari menyiapkan fondasi bagi pengembangan kota kreatif di masa depan.
Dengan rencana ini, alun-alun Cimahi diproyeksikan menjadi ikon baru ruang publik yang dinamis, sementara revitalisasi Sangkuriang diharapkan melengkapi wajah kota sebagai pusat aktivitas masyarakat yang modern dan berdaya saing. (Gani Abdul Rahman)





